Pasific Pos.com
Papua Barat

Pola Cuaca di Manokwari Masuk Kategori di Luar Prakiraan Musim

Manokwari, TP – Kepala Badan Metereologi, Krimatologi, dan Geosfisika (BMKG) Stasiun Manokwari,  Denny Puttiray menyebutkan musim cuaca di Manokwari sulit diramal.

Puttiray mengatakan, setiap wilayah pada umumnya memiliki prakiraan musim,  seperti musim hujan dan kemarau, namun tidak demikian dengan Manokwari.

“Secara umum indonesia dikenal dengan musim kemarau dan hujan, namun di Manokwari tidak ada istilah musim hujan dan kemarau, karena setiap saat ada hujan meski cuaca panas,” kata Puttiray kepada Tabura Pos di kantornya, pekan kemarin.

Puttiray menjelaskan, curah hujan tinggi khusus di Manokwari terjadi di bulan Januari sampai Maret, sementara April sampai Mei intesitasnya menurun,  sedangkan di bulan Juni tidak hilang sama sekali, tetapi mendatar.

“Sampai Oktober paling rendah, tetapi rendahnya masih ada 100 mili curah hujannya. Kemudian November sampai Desember naik lagi. Kecuali tahun 2015 lalu cuaca panas sekali karena kita kena dampak Elnino, dan hujannya sering,” jelas Puttiray.

Puttiray mengatakan, di wilayah Indonesia yang pola musimnya jelas adalah di pulau Jawa, sedangkan untuk di wilayah Papua ada di Merauke.

“Kita di Papua selain Merauke, kita ada hujan. Kalau di Merauke bisa berbulan bulan tidak ada hujan,” kata Puttiray.

Puttiray menambahkan, penyebab tidak menetunkan pola cuaaca di Manokwari, lebih kurang disebabkan karena faktor tekanan udara rendah di atas Manokwari yang meneyebabkan meningkatkan tekanan angin.

Dengan kondisi pola cuaca di Manokwari yang masuk kategori di kuar prakiraan, Puttiray mengimbau agar masyarakat tetap waspada. [SDR]