Pasific Pos.com
Papua Barat

PLS dimulai, SMAK Villanova Hadirkan Instansi tertentu sebagai Pemateri

Manokwari, TP – ‘’Baik bagi kami untuk mengundang mereka (Basanar, KKBN, Polda, dan Kompi) untuk memberikan materi pada kesempatan seperti ini guna memberikan pengetahuan tambahan terkait hal-hal praktis dalam kehidupan anak-anak sehari-hari, ‘’ujar Stefanus Alo, selaku Rektor SMAK Villanova saat di temui Tabura Pos di kantornya, Kamis (12/07) siang.

“Pada dasarnya siswa-siswa baru dengan PLS diarahkan agar bisa mengenal lingkungan sekolah yang mereka jalankan pendidikannya. Mulai dari kurikulum, peraturan sekolah,  dari semua sarana prasana yang ada di sekolah. namun dalam program PLS tahun ini kami mengundang tim Basarnas, BKKBN, Polda dan Kodim untuk berpartisipasi dalam memberikan materi kepada siswa/i baru, “jelas Stefanus Alo.

“Terkait Keterlibatan Basarnas, mereka  mensosialisasikan mengenai pertolongan pertama pada kecelakaan, mengajarkan kepada siswa-siswi baru  bagaimana menolong sesama mana kala ada kecelakaan, terutama masalah fisik, misalnya ada yang pingsan, maka dengan pelajaran ini kedepannya mereka dapat saling membantu dengan materi-materi yang mereka pelajari melalui PLS ini. Mengingat ini merupakan sekolah berasrama, mungkin ada kejadian-kejadian yang berkaitan dengan fisik, maka sangatlah cocok mengetahui hal-hal terkait P3K,” ungkap Stefanus Alo.

“kami dari Basarnas Manokwari diminta untuk memberikan materi kepada siswa-siswi SMAK Villanova dan ini merupakan tugas kami untuk pemasyarakatan ilmu SAR. Karna ilmu SAR harus diketahui oleh masyarakat awam yang mana dikala terjadi musibah atau bencana maka yang menjadi penolong pertama adalah masyarakat sendiri. Jadi tugas kami adalah memberikan ilmu yang bermanfaat untuk semua kalangan masyarakat termasuk para siswa/I sejak dini  khususnya hari ini di Villanova agar mereka bisa menerapkan dikehidupan mereka sehari-hari,” jelas Muhamad Hairul, selaku Instruktur Basarnas saat dimintai keterangan di SMAK Villanova, Kamis (12/07) siang.

Sehubungan materi yang diberikan kepada adik-adik siswa ini dengan harapan mereka bisa menolong teman mereka sendiri, jika terjadi sesuatu mereka segera tahu akan penangan pertamanya/pertolongan pertamanya dengan materi yang sudah kita ajari , misalnya bagaimana mengembalikan napas saat kecelakaan. Tentunya mereka bisa menolong segera mungkin. Dengan adanya kesempatan ini kami sangat senang karena ilmu SAR bisa dibagikan kepada anak-anak agar dikemudian hari mereka dapat menolong sesamanya,” jelas Muhamad Hairu.

Hal ini dibenarkanoleh salah seorang peserta PLS, David Tiago Hutabarak, ungkapnya “sangat penting karena kita perlu belajar mana kala ada teman yang cedera, kita bisa bantu dengan cepat tanpa harus menunggu. Selain itu dapat membantu kami untuk memperoleh pemahaman yang sanga luas”, ungkapnya.

Dari Polda, berkaitan dengan peraturan lalu lintas selain itu mengajarkan para siswa untuk berkendara dengan baik sesuai dengan rambu-rambu, mengetahui peraturan lalu lintas. Dengan kehadiran pihak Polisi dapat memberikan kepada sejumlah pengetahuan berkaitan dengan cara berkendara yang baik agar terhindar dari kecelakaan. Lanjutnya.

“Dari Kodim terkait materi tentang bela negara dan jiwa nasionalis. Agar anak-anak dalam kehidupan berbangsa, bernegara, bertanah air, bermasyarakat, dapat dimengerti untuk selalu mencintai bangsanya, negaranya, tanah airnya melalui pendidikan yang baik, tingkah laku yang baik.  Selain itu, Dari kodim sendiri tidak hanya sebatas materi tetapi secara langsung kepada anak-anak diterjunkan kelapangan untuk bersosialisai dengan lingkungan sosial,” lanjut Stef Alo.

Lebih lanjut Stefanus Alo menerangkan, “Dari BKKBN berkaitan dengan alat reproduksi dan pola hidup sehat bagi anak-anak dan juga mensosialisasikan sebab dan dampak penyakit menular. Penting untuk disosialisasikan kepada anak-anak agar lebih disiplin untuk menjaga kesehatan, terutama bagi anak-anak asrama untuk  tahu merawat diri dengan baik agar tidak mudah terkena sakit. Mengingat mereka dalam usia pertumbuhan yang rentan terhadap penyakit yang justru berdampak pada sikologi anak. Terlepas dari itu dapat mendidik mereka untuk bermoral baik, berinteraksi dengan sesama jenis maupun lawan jenis dengan sehat serta mengetahui batasan-batasan dalam pergaulan agar terhindar dari penyakit-penyakit berbahaya.

“Selain itu selaku rektor sekolah juga memberikan sosialisasi kepada peserta PLS bahwa hidup itu harus ditata. Karena tidak hanya mengajarkan anak-anak tentang ilmu semata tatepi juga soal kepekaan anak terhadap lingkungan sosialnya, “ujar Stef Alo.

“Singgung mengenai jumlah peserta PLS yang terdaftar saat ini berjumlah 130 siswa. Untuk asrama putra berjumlah 74 orang, asrama putri berjumlah 40 siswi dengan demikian siswa yang tinggal diluar asrama berjumlah 16 siswa,” tambah Stefanus Alo.  (CR – 47).