Pasific Pos.com
Headline

Pjs Gubernur : Visi Misi Adalah Janji Politik

Jayapura, – Penjabat Sementara (Pjs) Gubernur Papua, Soedarmo mengatakan, visi dan misi merupakan janji politik bagi pasangan calon gubernur dan wakil gubernur yang harus nanti bisa dilaksanakan melalui program lima tahunan.

Sehingga lanjut Soedarmono, visi misi ini tentunya betul-betul bisa dilaksanakan selama melaksanakan atau setelah ditetapkan sebagai pejabat gubernur dan wakil gubernur.

“Kita bisa melihat bersama bahwa visi misi dari masing-masing pasangan calon sungguh luat biasa, sungguh sangat strategis. Semua mengarah kepada tujuan-tujuan yang strategis yang harapannya adalah pada ujungnya mewujudkan masyarakat yang sejahtera. Sehingga ujung dari semua visi misi yang ada dan ujung-ujungnya adalah terpeliharanya stabilitas keamanan yang kondusif, ” kata Pjs Gubernur Papua, Soedarmo dalam sambutannya pada acara pemaparan visi dan misi Pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Papua, periode 2018-2023 di Gedung DPRP, Selasa (6/3/18).

Untuk itu, ia berharap kepada seluruh pasangan calon bahwa pemilu yang akan dilaksanakan ini, diberharapkan bisa menjadi pemilu yang damai, pemilu yang aman, pemilu yang berintigritas serta bermartabat.

Apalagi kata Soedarmo, ada hal-hal yang patut untuk dilaksanakan dan juga patut untuk tidak dilaksanakan.

Bahkan lanjut Soedarmono, di seluruh daerah sudah berkembang masalah penyebaran berita hoax, ada penyebaran ujar kebencian, dan ada kampanye-kampanye yang mempolitisasi tentang Sara. Juga ada kampanye yang selalu menyampaikan tentang money politik.

Untuk itu ia berharap, agar di Papua ini tidak terjadi dan tidak dilakukan oleh masing-masing pasangan calon, termasuk para pendukungnya.

“Mari kita jaga kedamaian, mari kita jaga tanah Papua ini yang damai, tanah Papua yang diberkati dan tanah papua yang terjanj, ” ajaknya.

Untuk para pendukung dan para pemilih, juga diharapkan, dengan telah menyaksikan penyampaian visi misi ini maka masyarakat bisa menilai, mana yang terbaik visi dan misi yang sudah disampaikan oleh kedua pasangan calon.

“Ini masyrakat yang menilai, jadi silahkan masyarakat memilih sesuai dengan hati nurani. Memilih dengan berdasarkan visi dan misi yang sudah disampaikan itu, ” pesannya.

Ia pun berpesan, agar memilih dengan tanpa harus ada tekanan, tanpa harus ada intimidasi dan tanpa harus ada teror atau pun hal-hal yang lain, yang menyebabkan pilihan masyarakat ini bisa berubah.

Apalagi, kata Pjs Gubernur Papua ini, proses Pemilukada ini adalah merupakan proses politik, dan pemilukada merupakan proses demokrasi yang dilaksanakan selama lima tahun.

“Pilkada ini merupakan pesta demokrasi, dan karena yang namanya pesta, ya mari kita laksanakan dengan bergembira, bersuka cita, bersenang-bersenang dan tentunya akan menghasilkan pilkada yang damai, pilkada yang aman dan pilakada yang sukses, ” imbuhnya.

Namun, ia berharap, bahwa hal ini bisa terwujud dan Papua ini tetap damai dan tetap aman, tetap kondusif.

Ditegaskannya, jangan hanya karena pelaksanaan Pilkada, masyarakat atau daerah provinsi Papua ini menjadi daerah yang rawan.

“Jadi sekali lagi, pelaksanaan pilkada hanya sesaat, pilkada ini hanya sementara, tetapi yang lebih penting adalah untuk kepentingan masyarakat Papua bukan dan bukan untuk kepentingan pribadi atau golongan, ” pungkasnya. (TIARA)