Pasific Pos.com
Papua Tengah

Pimpinan Parpol Dihimbau Rekrut Caleg Berkualitas

NABIRE – Pimpinan partai politik (Parpol) di Kabupaten Intan Jaya diminta untuk merekrut calon anggota DPRD Kabupaten Intan Jaya yang berkualitas. Pimpinan Parpol juga diminta untuk teliti dalam menseleksi para calon anggota legislatif. Salah satunya adalah dengan memperhatikan standar minimal pendidikan dari para calon anggota legislatif.

“Saya sebagai warga di Kabupaten Intan Jaya mengharapkan agar pimpinan Parpol saat merekrut calon anggota legislatif adalah mereka yang benar-benar berpendidikan minimal seperti yang dipersyaratkan. Jangan sampai meloloskan mereka yang ijasahnya belu atau bahkan mungkin ada yang meloloskan mereka yang justeru tidak sekolah,” ujar warga Kabupaten Intan Jaya, Marthinus Maisini di seputaran Polres Nabire, beberapa hari lalu.

Lebih lanjut dikatakan Marthinus, sesuai aturan yakni PKPU nomor 7 tahun 2017 disebutkan jika syarat minimal pendidikan adalah SMA atau yang sederajat bagi mereka yang akan mencalonkan diri pada Pemilu Legislatif. Jika pimpinan Parpol di Kabupaten Intan Jaya selektif dalam merekrut calon, tentu hasilnya akan lebih baik.

“Kalau pimpinan Parpol merekrut mereka yang berkualitas dan berpendidikan sesuai dengan yang disyaratkan, saya yakin dampak positif bagi daerah Kabupaten Intan Jaya kedepannya. Harus hati-hati, jangan sampai meloloskan mereka yang ijasahnya belu atau hanya tamat SD atau SMP baru diloloskan. Ini berbahaya. Jika ada yang berani beli ijasah maka siap-siap untuk berhadapan dengan hukum, karena ini bisa dipidanakan,” ujarnya.

Dirinya menilai, maju mundurnya suatu daerah juga dipengaruhi oleh bagaimana kualitas dari anggota DPRD daerah tersebut. Jika kualitas anggota DPRD suatu daerah rendah, ini tentu juga akan berpengaruh terhadap perkembangan daerah tersebut.

“Kalau pemahaman anggota DPRD setempat terbatas, maka yang bersangkutan tidak bisa maksimal dalam menjalankan tugas pokok dan fungsinya di lembaga legislatif. Keterbatasan pengetahuan akan berdampak anggota legislatif tidak ada gigi, dia tidak tahu hal yang berimbas kinerja anggota legislatif tidak maksimal. Imbasnya bisa membuat roda pembangunan di daerah tidak berjalan dengan baik,” tuturnya.

Lebih lanjut dikemukakan, jika semua pimpinan Parpol di Kabupaten Intan Jaya memperhatikan dengan baik saat seleksi calon legislatif, akan berdampak positif bagi daerah. Jika masing-masing Parpol memiliki calon legislatif yang berkualitas dan memiliki pendidikan yang cukup, ini akan memberikan kontribusi bagi kemajuan Kabupaten Intan Jaya.

“Jangan sampai ada orang yang tidak memiliki pendidikan menjadi anggota legislatif maka ini akan jadi banyak soal, termasuk daerah akan susah maju. Selain itu, bagi anggota TNI, Polri maupun PNS yang akan ikut maju calon jadi anggota legislatif, harap untuk mematuhi aturan yang ada. Mereka kalau mau maju harus undur diri dulu dari anggota TNI, Polri maupun PNS. Aturannya seperti itu,” pungkasnya. (ros)