Pesan Bijak Kolonel Beny Aprianto Kepada Seluruh Prajuritnya Di Lanud J.A.Dimara
MERAUKE-Sejumlah pesan bijak disampaikan oleh Danlanud J.A.Dimara, Kolonel PNB Beny Aprianto, S.M demi meningkatkan profesionalitas dan kinerja prajurit agar menjadi lebih baik, terlebih setelah memasuki tahun baru 2026 . Banyak hal yang perlu dicermati dan menjadi perhatian bersama seluruh prajurit, tidak hanya soal kinerja tetapi juga mencakup kehidupan keluarga.
Prajurit diminta untuk tidak melakukan hal-hal yang bertentangan dengan aturan, tidak melanggar dan senantiasa bersikap disiplin juga konsisten. Prajurit dihimbau lebih banyak mengisi waktu luang dengan melakukan kegiatan-kegiatan positif sehingga tidak terjerumus kepada hal-hal negatif.
Salah satu di antaranya tidak terlibat judi online mengingat dampak negatif yang akan ditimbulkan cukup besar. Tidak hanya merugikan diri sendiri tetapi juga berdampak pada keluarga dan institusi. Selain itu dapat merusak keharmonisan keluarga dan memicu terjadinya tindakan kriminal. Parahnya lagi, ketika yang bersangkutan kesulitan ekonomi bisa meluas hingga ke pinjaman online demi memenuhi kebutuhan.
Dengan demikian efeknya akan semakin parah ke depan karena sudah terdampak dua hal sekaligus yaitu judi online dan pinjaman online. “Ini warning keras dan sejak awal sudah kita peringatkan kepada seluruh prajurit. Apalagi judi online di zaman sekarang sangat mudah untuk diakses, hanya dengan menggunakan handphone tanpa harus mencari tempat khusus.
Selain menjauhi judi online, prajurit diminta agar peduli satu sama lain sehingga ketika ada rekan yang sedang menghadapi masalah tidak semakin terjerumus, “terang Kolonel Beny kepada Pasific Pos di Mako Lanud, Kamis (8/1). Menyinggung tentang keharmonisan keluarga prajurit, menurutnya sangat penting. Oleh sebab itu ada momen-momen khusus di mana prajurit dan keluarga diundang untuk melaksanakan kegiatan bersama.
Ia mengungkapkan, keharmonisan keluarga dapat terbentuk dengan rasa syukur, rasa cukup dan selalu mengedepankan kehidupan yang sederhana. Ia menyebutkan kalimat bijak berbahasa Jawa yakni ‘Nrimo Ing Pandum’ yang berarti menerima segala pemberian atau ketetapan dari Tuhan dengan ikhlas dan lapang dada.
Baik itu rezeki, musibah, suka, maupun duka tanpa mengeluh atau menuntut lebih demi mencapai ketenangan batin dan kesyukuran. Ini mengajarkan manusia untuk bersyukur, bersabar, tidak terlalu berambisi dan memahami bahwa hidup adalah takdir yang telah digariskan.
Hal lain yang juga ditekankan oleh Danlanud adalah sikap saling menghargai di kalangan prajurit itu sendiri. Ia telah menegaskan hal ini kepada seluruh prajurit, baik prajurit senior maupun junior. Terutama untuk prajurit senior harus bisa menjadi teladan sehingga dicontoh oleh juniornya. Dilarang keras melakukan tindakan semena-mena apalagi sampai berujung pada kekerasan.
Pola pembinaan yang dilakukan harus dengan cara yang santun, etis dan sesuai aturan. Meskipun begitu tetap mengedepankan kedisiplinan juga sikap tegas selayaknya jiwa seorang prajurit. “Dalam memberikan arahan atau bimbingan tidak harus kontak fisik apalagi tindakan kekerasan. Penting untuk saling menghargai dan menghormati antara senior dan junior.
Jika senior menghargai junior maka sebaliknya, juniorpun demikian, akan menghargai seniornya. Menjadi seorang senior tidak boleh sombong karena senior tanpa junior maka sebuah kelompok atau organisasi tidak akan berjalan dengan baik, “tegas Danlanud yang dikenal disiplin dan sangat memperhatikan prajuritnya ini. Ia meminta prajurit senior dan junior dapat menjalin kerjasama yang baik dan selalu solid dalam setiap pelaksanaan tugas di lingkup Lanud J.A. Dimara.(iis)
