Pasific Pos.com
Papua Barat

Perusahaan Besar Diduga Penadah BBM Subsidi, Awom: Tindak Tegas!

Manokwari, TP – Penyidik Ditreskrimsus Polda Papua Barat diminta menuntaskan kasus penyalahgunaan bahan bakar minyak (BBM) jenis Solar bersubsidi yang berhasil diungkap, 26 Februari 2018.

Direktur Jaringan Advokasi dan Kebijakan Anggaran (Jangkar) Provinsi Papua Barat, Metuzalak Awom meminta Polda Papua Barat segera menindak tegas pelaku penimbunan BBM jenis Solar bersubsidi di Jl. Drs. Esau Sesa, Manokwari.
“Penimbunan BBM bersubsidi ini sangat merugikan masyarakat. Contohnya, beberapa kali SPBU Sanggeng maupun Wosi bisa tutup pada waktu-waktu tertentu yang sesungguhnya masyarakat masih membutuhkan pelayanan. Nah, apakah itu ada hubungannya dengan penimbunan BBM atau tidak,” kata Awom kepada Tabura Pos di Pengadilan Negeri (PN) Manokwari, kemarin.

Oleh sebab itu, ia meminta aparat keamanan atau pihak mana pun yang melakukan pengawasan terhadap BBM, segera mengambil tindakan. “Jangan karena dia pemilik modal atau ada orang yang mempunyai bekingan, kemudian seenaknya bermain BBM,” tukasnya.

Awom membeberkan, akibat penimbunan BBM selama ini membuat masyarakat kesulitan untuk mendapatkan pelayanan BBM guna menunjang aktivitasnya sehari-hari.

Ditambahkan Awom, penimbunan BBM akan mempengaruhi harga di pasaran, dimana pada saat-saat tertentu, karena alasan kelangkaan BBM, akhirnya harga BBM tiba-tiba mengalami lonjakan. Di samping itu, perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Papua Barat, khususnya lagi di Manokwari, diharapkan mengambil BBM jenis Solar industri, bukan Solar bersubsidi.

“BBM jenis Solar baik yang industri atau subsidi, pastinya telah tersedia sesuai kebutuhannya. Pertanyaannya, penimbunan ini untuk apa dan untuk siapa? Inilah yang harus dikejar aparat penegak hukum, sehingga praktek menguntungkan pihak-pihak tertentu dan membiasakan orang melakukan kejahatan, sudah harus dihilangkan, sehingga menjadi pelajaran yang baik terhadap masyarakat maupun pihak tertentu agar tidak sewenang-wenang menggunakan hak masyarakat umum demi kepentingan pribadi atau golongan,” tukasnya.

Dia meminta penegak hukum segera memproses hukum kedua pelaku yang diduga melakukan penimbunan BBM jenis Solar bersubsidi. “Soal nanti ada alasan pembenar untuk yang bersangkutan bahwa ada keadaan tertentu yang menjadi akibat dia menimbun BBM, itu menjadi kewenangan hukum untuk memberikan pertimbangan bagi yang bersangkutan,” tukasnya.

Disinggung tentang ada perusahaan besar di Manokwari yang diduga selama ini menjadi penadah BBM jenis Solar bersubsidi, Awom menegaskan, hukum tidak pandang status sosial, siapa kuat, siapa lemah, besar atau kecil, tetapi semua sama di mata hukum.

“Maka siapa yang berbuat salah, harus ditindak tegas oleh penegak hukum. Semua yang terlibat dalam penimbunan BBM ini harus diproses. Jangan sampai terkesan kasus kecil diproses dan kasus besar dibiarkan,” tukasnya.

Sebelumnya, Kabid Humas Polda Papua Barat, AKBP Hary Supriyono membenarkan penangkapan kasus BBM bersubsidi di Jl. Drs. Esau Sesa, Manokwari, Senin (26/2) sekitar pukul 11.15 WIT.

Tim Opsnal Ditreskrimsus Polda Papua Barat dipimpin Ipda F. Evo Kretes Woff melakukan penangkapan terhadap tersangka penyalahgunaan BBM jenis Solar di Taman Ria dan rumah kontrakan di Jl. Drs. Esau Sesa.

“Rabu (24/2) sekitar pukul 08.00 WIT, bertempat di SPBU Jl. Drs. Esau Sesa dan rumah kontrakan, anggota Ditreskrimsus melakukan pengintaian terhadap para tersangka yang diduga melakukan tindak pidana penyalahgunaan BBM bersubsidi,” ungkap Kabid Humas dalam press release yang diterima wartawan, Senin (26/2).

Modusnya, mereka menggunakan mobil truk Izusu dan L300 yang dimodifikasi tangki BBM-nya, kemudian membeli Solar di SPBU beberapa kali dalam sehari. Hasil pembelian BBM itu ditampung pada suatu tempat, kemudian dijual dengan harga subsidi ke perusahaan dan pengecer di sepanjang Jl. Drs. Esau Sesa.

Pada Senin (26/2) sekitar pukul 08.00 WIT, tim melakukan penyelidikan di tempat penampungan BBM jenis Solar hasil pembelian dari SPBU di rumah kontrakan di Jl. Drs. Esau Sesa (pertigaan arah Kantor Bupati Manokwari).

Lanjut Kabid Humas, sekitar pukul 11.35 WIT, truk keluar dari rumah kontrakan, kemudian anggota melakukan pembuntutan hingga ke arah Jl. Taman Ria, Rendani selanjutnya masuk ke Kantor PT Pulmon.

Menurutnya, Tim Opsnal langsung melakukan penggerebekan dan berhasil mengamankan Solar berikut tersangka dan beberapa kendaraan yang dipakai melakukan pengangkutan BBM.

Ia menyebutkan, identitas tersangka dan barang bukti yang berhasil disita dari para tersangka, yakni AM (46 tahun) dan J (45 tahun), sedangkan barang bukti yang diamankan berupa 1 truk tangki merek Dyna berwarna biru berisi 5.000 liter Solar, 10 drum plastik berwarna biru berisi Solar, 2 truk Isuzu berwarna putih dan 1 bundel catatan pembelian Solar di SPBU.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, Kabid Humas menjelaskan, para tersangka akan dijerat dengan Pasal 55 UU No. 22 Tahun 2001 tentang Migas, sementara barang bukti kini diamankan di Polda Papua Barat. [FSM-R1]