Pasific Pos.com
Info Papua

Perparani Katolik Jadi Contoh Pembinaan Kerukunan Beragama di Papua

JAYAPURA,- Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) Katolik yang pertama di Papua akan berlangsung, 14-18 November 2019 di Kota Jayapura. Lomba paduan suara pertama ini diharapkan menjadi contoh pembinaan kerukunan umat beragama di  bumi cenderawasih.

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Papua Hery Dosinaen, mengatakan dengan pelaksanaan Pesparani yang pertama tersebut menyakinkan bahwa tanah Papua merupakan tanah damai.

“Ini juga merupakan upaya membina kerukunan umat beragama, dengan kasih menembus perbedaan, dan prinsip dasar dari Gubernur Papua untuk mengakomodir semuanya,” katanya.

Menurut Sekda, kerukunan beragama terpatri pada semua aspek birokrasi dan kehidupan lainnya, di mana terakomodir dari semua perbedaan menjadi satu kesatuan di atas tanah ini.

“Kegiatan Pesparani juga untuk menjaga kedamaian dan ini menjadi satu pergerakan positif di atas Tanah Papua,” ujarnya.

Selain untuk menjaga kedamaian, Pesparani yang untuk pertama kalinya diselenggarakan di Papua ini semoga menjadi satu pergerakan positif di atas Tanah Papua

“Sejak kepemimpinan periode pertama yakni 2013-2018 dan periode kedua 2018 hingga periode 2021, telah mengeluarkan berbagai kebijakan yang mencakup aspek terkait termasuk di Bidang keagamaan,” terangnya

“Jadi Pemprov Papua tidak hanya membina atau memberi bantuan dalam ajang pelaksanaan Pesparani, namun sebelumnya juga sudah membina Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi), Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) hingga untuk Hindu dan Budha,”  terangnya lagi.

Hery menambahkan ini merupakan visi dan misi Gubernur Papua untuk merangkul seluruh umat beragama di Bumi Cenderawasih. Kegiatan Pesparani ini diikuti perwakilan dari 14 dari 29 kabupaten kota di Papua.