Pasific Pos.com
Papua Barat

Perlu Infrastruktur untuk Mendukung Program Kampung KB

Manokwari, TP – Program Kampung KB yang dilaksanakan BKKBN merupakan program yang baik karena langsung bersentuhan dengan masyarakat. Program itu juga dapat membangun kualitas sumber daya manusia (SDM) di Papua Barat. Namun demikian, untuk menunjang program itu berjalan dengan baik, maka pembangunan infrastruktur dan sarana penunjang lainnya juga dibutuhkan.

Hal itu disampaikan akademisi Universitas Papua, Dr Elina Situmorang dan Asisten II Setda Provinsi Papua Barat, Jakonias Sawaki dalam kegiatan pengintegrasian kemitraan dengan pemangku kepentingan dalam rangka mendukung kampung KB yang dilaksanakan BKKBN Perwakilan Papua Barat di Hotel Aston, belum lama ini.

Elina Situmoranng mengatakan, selama ini program KB ditentang masyarakat karena dinilai membatasi perkembangan masyarakat. Hal itu karena konotasi dari KB adalah penggunaan alat kontrasepsi (alkon).

“Jadi bagaimana mulai dengan pembangunan SDM. Jadi sekarang bukan lagi basisnya pada alkon tapi meningkatkan SDM melalui Program Kampung Keluarga,” ujarnya.

Namun demikian, menurut dia, untuk menunjang Program Kampung KB berjalan optimal, dibutuhkan pula pembangunan infrastrutur dan sarana penunjang lain. “Dasar pembangunan bukan lagi sentralisasi tapi desentralisasi yang diawali dari kampung. Oleh karena itu, infrastruktur penting untuk menunjang Kampung KB,” tandasnya.

Asisten II Setda Provinsi Papua Barat, Jakonias Sawaki mengungkapkan, dengan dilaksanakannya Kampung KB di Warmare, Kabupaten Manokwari, infrastruktur jalan ke daerah itu sudah baik. Jika jalan tidak sampai pada Kampung KB, maka akan menjadi persoalan karena Kampung KB tidak terjangkau hanya karena masalah infrastruktur jalan yang buruk,” katanya.

Namun, menurut dia, akhir-akhir ini masyarakat sekitar sering datang dan menyampaikan bahwa akses jalan ke daerah tersebut sudah baik.

Menurut dia, Pemprov Papua Barat mendukung setiap program nasional, termasuk Program Kampung KB. Pemprov Papua Barat mendukung program tersebut karena dinilai baik dan menyentuh langsung masyarakat di kampung.

“Sesuai dengan visi dan misi Bapak Gubernur dan Wakil Gubernur Papua Barat untuk pemberdayaan masyarakat,  pemerintah selalu memberikan dukungan dengan mem-back up setiap program yang ada,” tegasnya.

Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Papua Barat, Benyamin Lado mengatakan, BKKBN kini memperjuangkan adanya Inpres tentang Kampung KB. Kampung KB diperlukan karena melalui program tersebut keluarga merencanakan pembangunan keluarga dengan baik yang pada akhirnya tercapai kesejahteraan keluarga.

“Melalui Kampung KB, keluarga tidak hanya bisa melakukan perencanaan kelahiran dengan baik, tapi juga perencanaan ekonomi, pendidikan,dan kesehatan bagi anggota keluarga dengan baik. Dengan demikian, kesejahteraan keluarga akan menjadi lebih baik,” tukasnya. (CR44)