Pasific Pos.com
Papua Barat

Peresmian Gedung Baru GPAKI ISAI Homor

Gubernur: Masyarakat Harus Lebih Mendekatkan Diri Kepada Tuhan

Ransiki,TP – Gubernur Provinsi Papua Barat, Dominggus Mandacan meresmikan gedung baru Gereja Persekutuan Kritsen Alkitab Indonesia (GPKAI) jemaat ISAI Hamor, Majelis Daerah (MD) Mujir, Sabtu (24/2).

Peresmian gedung baru gereja yang terlekat di Kampung Hamor, Distrik Ransiki, Kabupaten Manokwari Selatan (Mansel) ditandai dengan pengguntingan pita oleh Dominggus Mandacan.

Ketua panitia pembangunan gereja GPKAI ISAI Homor, Petrus Toansiba melaporkan, pembangunan gedung baru gereja GPKAI ISAI Homor selama 6 bulan dibiayai dari bantuan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Barat.
“Kami menyampaikan terimakasih kepada pemerintah Provinsi Papua Barat yang sudah membantu membangun gereja,” ucapnya.

Bupati Kabupaten Manokwari Selatan (Mansel) Markus Waran mengaku, siap berkolaborasi bersama Pemprov Papua Barat khususnya untuk pembangunan keagamaan melalui pembangunan gereja untuk menjawab kebutuhan umat di daerah yang dipimpinnya.

Waran menyebutkan, di Mansel teradapat 8 MD yakni, Bohon, Masmanau, Neney, Yamboi, Kiresba, Muji, dan Bames.

“Pemerintah Kabupaten Manokwari Selatan juga sedang membangun beberapa unit gereja pada tahun 2017 dan tahun 2018, semua pembangunan akan dirampungkan,” ujar Waran.

Dikarenakan Mansel sebagai Daerah Otonomi Baru (DOB), maka Waran berharap, Pemprov Papua Barat dapat membantu Mansel dari segi pembangunan.

Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan mengatakan, Pemprov Papua Barat sudah berusaha semaksimal mungkin dengan mengalokasikan sejumlah dana agar pembangunan gereja dapat terlaksana dengan baik.

“Masyarakat haru terus mendukung program pemerintah baik pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten agar semua pembangunan dapat berjalan dengan baik dan lancar. Ini semua merupakan dukungan doa dan segala aspirasi masyarakat yang disampaikan melalui pemerintah daearh,” ujar Mandacan seraya memuji pembangunan di Mansel yang sudah berjalan kurang lebih 4 tahun dengan menggunakan APBD sendiri.

Mandacan menjelaskan, berdasarkan data statistik 2016, tingkat kemiskinan di Provinsi Ppaua Barat sebesar 25,10 persen dan pengangguran sebesar 24,88 persen dengan kondisi berbagai pembangunan yang ada, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten.

“Disatu sisi potensi daerah sangat besar namun disisi lain ada juga kekurang kita, sehingga sebagai tugas dari pemerintah daerah untuk meminimalisir ha tersebut,” jelas Mandacan.

Mandacan mengungkapkan, untuk mengurangi pengangguran di Papua Barat, ia sudah melakukan pertemuan bersama sejumlah investor yang berinvetasi di Papua Barat dengan tujuan ingin mengetahui berapa banyak tenaga kerja yang dibutuhkan.

“Agar pemerintah provinsi dapat mengetahui berapa banyak tenaga yang dibutuhkan dalam perusahan tersebut. Pada pertemuan juga dihadiri oleh kementerian tenaga kerja, sehingga kita bersama-sama diskusi dan kementerian tenaga kerja juga meresepon apa yang kita inginkan,” ungkap Mandacan.

Terkait dengan peresmian gereja itu, Mandacan menegaskan bahwa gereja merupakan tempat bersekutu dan bersaksi nama Tuhan kepada semua orang, karena lewat persekutuan, semua orang dapat memperoleh informasi lewat khotbah dari para pendeta.

“Dengan diresmikan gedung gereja, maka sudah bisa digunakan sebagaimana mestinya. Setiap orang yang rajin mendengarkan firman Tuhan maka yang ada dalam hatinya damai, pikirannya baik, tidak mendendam orang, tidak memiliki niat yang jahat dengan orang lain. Sebab orang yang jarang mendengarkan firman orang di dalam hatinya penuh dengan rencana dan niat jahat untuk merencanakan hal-hal yang jahat. Sehingga kalau datang ke gereja harus mendengarkan Khotbah dari pendeta,” pesan Mandacan.

Mandacan percaya, orang yang selalu mendekatkan diri dengan Tuhan maka dirinya tidak perlu ragu dengan apa yang hendak dilakukan, bahkan sekalipun berniat jaha, semua tidak akan terjadi karena Tuhan.

Mandacan menambahkan, sesuai janji kampanye, ia akan mengalokasikan 10 persen dana otonomi khusus (Otsus) untuk pembangunan dibidang keagamaan. Sementara 90 persen diserahkan kepada kabupaten dan kota.

“Saya menyampaikan terimakasih kepada pemerintah kabupaten yang sudah membantu smeua denominasi agama yang ada di masing-masing kabupaten. Sebab, saat ini 20an ribu proposal yang diajukan ke pemerintah provinsi tentang keagamaan,” tandas orang nomor satu di Papua Barat ini seraya meminta dukungan dari masyarakat terhadap setiap program pemerintah yang akan dikerjakannya.

Berdasarkan pantauan Tabura Pos, dalam peresmian itu, Gubernur didampingi Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Papua Barat, Lasarus Indou dan beberapa pejabat di lingkup Pemkab Mansel dan jajaran tamu undangan. [CR35-R4]