Pasific Pos.com
Ekonomi & Bisnis

Penyebab Penerimaan Pajak di Papua dan Maluku 30,11 Persen Selama Semester I-2018

 

Jayapura– Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (Kanwil DJP) Papua dan Maluku mencatat penerimaan pajak pada semester satu tahun 2018 masih 30,11 persen atau Rp4 triliun dari target Rp12 triliun pada tahun 2018.

“Itu penerimaan netto atau yang sudah dikurangi restitusi (ganti kerugian) dan sebagainya. Kita memang agak tinggi di restitusi, banyak faktor yang menyebabkan itu terjadi salah satunya restitusi pada pembangunan Stadion Papua Bangkit yang dikerjakan oleh dua perusahaan negara, “jelas Wansepta Nirwanda, Kepala Kanwil DJP Papua dan Maluku.

Lanjut Wansepta, restitusi pada semester satu tahun 2018 cukup tinggi dibandingkan periode yang sama tahun 2017. Meski realisasi penerimaan pajak semester satu tahun 2018 masih rendah, namun pihaknya mengaku optimis dapat mencapai target pada semester kedua tahun ini.

“Kami di Kanwil DJP sudah membentuk center for tax analisys (CTA) untuk menganalisa pajak, selain itu kami juga membentuk lab forensic yang berfungsi mendukung kegiatan yang dilakukan Kanwil sebagai pengawas kepada Kantor Pelayanan Pajak (KPP), “paparnya.

Kanwil DJP, selain data dari kantor pusat, pihaknya juga mencari data atau informasi dari pihak lain kemudian dikelola dan dimasukkan ke sistem CTA yang menghasilkan Laporan Hasil Analisa (LHA) yang disebarkan ke semua KPP sehingga proses di KPP tinggal 5 persen lalu di eksekusi.

“Kami juga memberikan bantuan lab forensic kepada tim pemeriksa, contoh ada satu wajib pajak (WP) meminta restitusi sampai Rp120 miliar kami kurangi sampai Rp80 miliar, ini kan signifikan perbedaan nilai restitusi yang harus dibayar setelah menggunakan lab forensic yang mencari data sekalipun data yang telah dihapus.
“Upaya-upaya itu yang kami lakukan untuk mencapai target pada semester kedua tahun ini. Saya menyadari yang kurang adalah mengawasi sampai akhir proses penyelesaian pembayaran restitusi, tapi saya sudah meminta tahun ini tanggung jawab kita sampai akhir agar diketahui hasilnya, “terang Wansepta, Jumat (13/7/2018).

Wansepta mengakui, meski secara netto realisasi penerimaan pajak masih jauh dibawah target lantaran tingginya nilai restitusi akibat dari pajak tertentu, namun secara bruto tumbuh dibandingkan tahun 2017.

Penyebab lainnya penerimaan pajak semester satu tahun 2018 tak tercapai adalah tak berulang, misalnya penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) salah satu WP di Timika.

“Januari 2017 kami menerima PBB tinggi sekali, beberapa tahun PBB diambil pada tahun 2017. Hal-hal itulah yang akan kami bahas pada rapat koordinasi pekan depan di Kabupaten Merauke.

Adapun penerimaan pajak masih didominasi sektor infrastruktur yakni konstruksi dan dana pemerintah.