Pasific Pos.com
Kota Jayapura

Pentingnya Penggarapan Jumlah Pendudukan di Papua Bersama Mitra Kerja

 

JAYAPURA, – Data hasil sensus penduduk pada 2010 berjumlah 2.833.381 jiwa, sementara para 2017 penduduk Papua berada di angka 3.265.202 jiwa. Artinya, rata-rata di Papua seorang ibu selama masa reproduksi melahirkan tiga sampai empat anak.

Dengan meningkatnya jumlah penduduk di Papua dari tahun ke tahun, maka sangat penting melakukan kebijakan pemantapan penggarapan kependudukan secara menyeluruh.

Sekretaris Perwakilan BKKBN Papua, Philmona M. Yarollo mengatakan BKKBN Papua bekerja sama dengan mitra kependudukan saebagai bentuk orientasi dna kebijakan pembangunan yanhg efektif.

“Pengendalian kuantitas penduduk, peningkatan kualitas penduduk, pembangunan keluarga, penataan mobilitas, dan penataan data basisa kependudukan sebagai upaya rancang induk pembangunan kependudukan di Papua,” kata Philmona di @Home Hotel Jayapura, Distrik Abepura, Kamis (15/2/18).

Pemerintah kabupaten/kota di Papua, kata Philmona melakukan perencanaan pembangunan yang berwawasan kependudukan yang dapat diintegritaskan ke dalam rumusan kebijakan pembangunan daerah.

“Dengan cara memasaukkan variabel dan atau indikator kependudukan yang perlu diperbaiki di daerah masing-masing ke dalam dokumen perencanaan pembangunan daerah baik RPJMD, Rensatrada, dan RKPD,” kata Philmona.

Sejalan dengan jiwa otonomi daerah, kata Philmona sesuai Undang-undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, maka kerja sama dengan mitra kerja di daerah menjadi hal penting dalam memberikan pelayanan dari segi aspek-aspek kebijakan pemerintah daerah dalam program pembangunan.

“Salah saatunya peran yang diharapkan dari mitra kerja di daerah adalah turut berperan aktif dalam pemetaan masalah-masalah kependudukan dan saelanjutnya menjadi kebijakan pembangunan yang berwawasan kependudukan yang valid dan akurat” kata Philmona.