Pasific Pos.com
Kabupaten Jayapura

Pensiun dari Jabatan Kadis TPH, Adolf Yoku Pilih Bertani dan Bantu Petani Lokal

Adolf Yoku
Adolf Yoku saat mengajarkan petani lokal cara menanam sayur

SENTANI – Adolf Yoku (60) merupakan seorang Pejabat Eselon II di Lingkup Pemerintah Kabupaten Jayapura yang mengabdikan dirinya sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) sejak 1985 sampai Maret 2000 lalu. Di akhir masa jabatannya, Adolf Yoku tercatat sebagai Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua.

Setelah pensiun pada pertengahan Maret 2020 lalu, Adolf Yoku memutuskan kembali kumpul dengan keluarganya dan memilih menjadi petani. Dari sawah, hingga kebun sayur dan buah, dikelola oleh pria yang fasih berbahasa Jepang ini.

Dari wawancara Adolf Yoku dengan wartawan ini, Jumat (17/4) sore, Adolf Yoku mengatakan alasannya kembali menjadi petani karena dulunya memang seorang petani.

“Ilmu dan basic saya di pertanian, sehingga setelah pensiun ini saya kembali memilih menjadi seorang petani,” ujarnya.

Ada banyak jenis pertanian yang dikelola Adolf di masa pensiunnya mulai dari sawah atau padi, lahan sayur hingga buah-buahan. Namun Adolf mengaku untuk saat ini ia ikut mengelola lahan 10 hektar dibantu kelompok tani Ayoo Kerja.

“Saya bantu menyiapkan 10 hektar saja, dengan pola tumpang sari. Jadi kotak kecil yang hampir 10 meter X 1.000 meter ini, nanti untuk petani bisa tanam sayur-sayuran. Tapi, kotak yang besar di sebelah ini semua untuk tanaman padi,” bebernya.

Diungkapkan, lahan yang dia garap di berada di Kampung Yoboi, Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura.

Menurutnya, Keputusan pembatasan aktivitas di luar rumah karena Coronavirus menyebabkan banyak pebisnis menutup usahanya secara tiba-tiba dan juga berdampak bagi kehidupan buruh maupun karyawan pekerja harian.

“Tetapi petani giat tidak akan terlalu terpengaruh dengan kondisi sekarang ini,” nilainya.

Dia juga telah siapkan satu unit embung (kolam) yang berukuran besar di lokasih lahan dengan ukuran 10×30 kedalaman 3 meter dan embung itu bisa melayani untuk lahan 30 hektar yang ada disini.

“Nantinya kami tinggal pasang atau buat saluran paritnya saja, untuk masuk ke tiap-tiap kotak. Walaupun petani yang menggarap lahan disini merupakan petani lokal, saya juga mengajak mereka untuk tetap menanam buah-buahan,”katanya.

Yang lebih membahagiakan lagi, ia mengaku dapat memberi penghasilan kepada warga pemilik lahan yang merupakan petani lokal yang dirinya ajak untuk bertani bersama-sama.

“Kita buat seperti ini agar pendapatan mereka sedikit jelas, terus lahan mereka juga jelas. Bahkan mereka bisa mendatangkan pendapatan yang baik terhadap keluarga-keluarga mereka,”aku Yokhu.

“Selain itu, kita juga sudah lakukan analisis sebelumnya, kalau masing-masing dapat satu hektar itu keuntungannya berapa yang mereka peroleh. Setelah panen dan jual padi, mereka bisa kembali tanam jagung, kemudian bisa tanam kacang tanah, itu semua dilakukan diatas lahan ini dengan menanam sayur-sayuran maupun buah-buatan,”lanjutnya.

Selama menjalani kehidupannya sebagai petani, Adolf Yoku mengaku tidak pernah dikunjungi oleh rekan-rekan di profesi sebelumnya.

“Saya selalu memberikan dukungan saja ke teman-teman yang ada di Pemerintah Kabupaten Jayapura. Walaupun sudah pensiun, bagi saya ilmu pengetahuan yang kita miliki itu tidak pernah pensiun. Apalagi petani lokal yang ada ini kan belum mandiri kelihatannya, jadi mungkin model-model seperti saya ini menggerakkan petani lokal ini bisa hitung-hitung, jika kelola lahan besar pasti akan dapat hasil yang besar pula,” ucapnya.

Artikel Terkait

Mantan Bupati Jayapura 2 Periode Meninggal Dunia, LKUB Sampaikan Ucapan Belasungkawa

Jems

Pengiriman Gambir Ke Surabaya Diperiksa Ketat

Arafura News

Pemeriksaan Rapid Test di Kabupaten Jayapura Terus Berlanjut

Jems

Bahas Perlindungan Cycloop, Bupati Jayapura Gelar Pertemuan Dengan Todat dan Paguyuban

Jems

Kembali Pantau Hilal di Demta, Tim Falaqiyah : Berdasarkan Hasil Rapat

Zulkifli

Hasil Kunker Waket Komisi I DPR Papua Temukan Masyarakat Kesulitan Air Bersih

Tiara

Yanto Eluay : P5 Dalam Waktu Dekat Akan Laksanakan Deklarasi

Fani

Warga Kampung Sereh, Dibantu Mesin Pengolah Sagu dan Alat Pengasap Ikan

Jems

Tokoh Adat Papua Beri Apresiasi dan Sambut Baik Kunker Kepala BNPB

Jems