Pasific Pos.com
Papua Selatan

Penjualan Noken Pada PON XX, ‘Bentuk Dukungan PT.BIA Bagi Masyarakat Kampung Capai Akses Pasar’

Kelompok binaan yang mengikuti pameran bersama penyelenggara (foto:ist)

MERAUKE,ARAFURA,-UNESCO telah menetapkan tas Noken sebagai warisan budaya tak berbenda sejak 2012, hal tersebut tentunya menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat tanah Papua dan juga menarik perhatian PT.Bio Inti Agrindo (BIA) untuk mendukung pembuatan tas Noken asli Papua sebagai kegiatan pemberdayaan masyarakat di kampung asli warga Papua (Kampung Selil, Kampung Kindiki dan Kampung Muting Kecamatan). Melalui Komite Gender PT.BIA, Kelompok Usaha “Noken” dibentuk, diberikan pengarahan, modal usaha dan juga dibuatkan rekening kelompok usaha. Selain itu PT.BIA berusaha memberikan dukungan dalam mencapai akses pasar yang lebih luas.

Momen tersebut tiba dimana bertepatan dengan kegiatan PON XX belum lama ini dimana harus melalui seleksi ketat dari PB PON XX Sub Bidang Sosial Ekonomi akhirnya Kelompok Usaha Noken mendapatkan stan yang diperuntukkan khusus bagi OAP. Dalam hal ini untuk mengembangkan UMKM serta melakukan penjualan dan pameran di ruas jalan depan Kantor Bupati pada tanggal 5 – 13 Oktober 2021. Sebanyak 100 stan khusus OAP turut serta dalam kegiatan tersebut. Selain itu sistem penjualan online juga telah digunakan sehingga masyarakat tidak hanya berjualan saat PON saja tetapi juga dapat berjualan di market place seperti (Shopee, Tokopedia dan 99% Usahaku Digital Platform UMKM dari Telkomsel), dengan begitu diharapkan Sustainable market dapat terbentuk.

Maria Mahuze selaku ketua kelompok menuturkan bahwa ia sangat senang dapat ikut serta dalam kegiatan tersebut karena selain menonjolkan budaya asli Papua, juga diajarkan banyak hal tentang berbisnis, digital learning, kiat sukses dan langsung terjun ikut menjual tas Noken yang dibuat. Tiga Kelompok Usaha Noken binaan Komite Gender PT BIA memiliki nama kelompok yaitu Enoh yang artinya Noken dari Kampung Selil, Meyunaf (mari kita jalan) dari Distrik Muting dan Mah May Kma Ka (mari kita coba) dari Kampung Kindiki. Tujuan pemberdayaan Noken ini semata-mata untuk mengimplementasikan keahlian dan budaya yang dimiliki warga sehingga dapat meningkatkan pendapatan keluarga, kesejahteraan ekonomi individu maupun Kelompok Usaha Noken yang selama ini hanya sebagai konsumsi pribadi.**