Pasific Pos.com
Papua Barat

Penjelasan Dowansiba Soal Pemukulan Siswa di SD Mansinam

Manokwari, TP – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Manokwari telah menemui Kepala SD di Pulau Mansinam dan oknum guru yang diduga melakukan kekerasan terhadap muridnya.

“Begitu dapat informasi, saya langsung turun kesana ambil data dan saya sudah arahkan kepala sekolah dan guru bersangkutan,” aku Kepala Dikbud Kabupaten Manokwari, Barnabas Dowansiba kepada wartawan di kantornya, Jumat (9/3).

Dowansiba menjelaskan, peristiwa tersebut terjadi pada hari Senin (5/3) dan sudah lewat beberapa hari, sehingga sudah dilaporkan ke Polres Manokwari.

“Masalahnya sudah sampai di Polres dan informasi yang saya terima, dari Polres ada memfasilitasi pertemuan tersebut,” jelas Dowansiba.

Dikbud kata Dowansiba, akan menyerahkan semua persoalan yang terjadi diproses secara hukum karena pihak orang tua murid sudah membawanya ke ranah hukum.

“Tinggal proses hukumnya yang berjalan. Secara internal kita tidak bisa berikan sanksi karena sudah dip roses di Polres. Kita tidak bisa double,” kata Dowansiba.

Ditanya kronologis kejadiannya, Dowansiba menerangkan, berdasarkan pengakuan guru (SR), ia mengaku saat itu sedang n memegang sebatang rotan, namun tidak bermaksud memukul muridnya ER sampai berdarah seperti foto yang santer beredar.

“Kejadian itu karena anak banyak bermain dalam keadaan baris. Guru ini pegang rotan dan menuju anak ini dan mengarahkan rotan ke kening anak itu dengan maksud hanya ingin toki, tetapi karena anak ini menghindar dengan menggeserkan kepalanya akhirnya ujung rotan tergores di pelipis mata sampai keluar darah,” terang Dowansiba.

Lanjut Dowansiba, luka yang dialami ER tidak sebesar yang diperkirakan. Lukanya hanya sebatas goresan, namun karena kondisi ER berkeringat, sehingga seperti terlihat robek besar yang mengakibatkan darah bercucuran.

“Awalnya hanya mau toko saja, bukan karena pukulan keras, dan saat itu anaknya berkeringat sehingga macam luka besar dan banyak darah yang keluar. Kejadian itu memang terjadi di depan teman-temannya,” ungkap Dowansiba menirukan penjelasan yang disampaikan guru SR kepadanya.

Dowansiba menambahkan, selaku kepala dinas, ia menghargai keputusan orang tua murid yang membawa peristiwa ke jalur hukum. [SDR]