Penipuan Masih Marak, DJP Papabrama : Laporkan Disini!

Jayapura – Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Papua, Papua Barat, dan Maluku (Kanwil DJP Papabrama) kembali mengeluarkan imbauan penting kepada masyarakat, khususnya para Wajib Pajak di wilayah timur Indonesia, untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap maraknya modus penipuan yang mengatasnamakan Direktorat Jenderal Pajak (DJP). Penipuan ini semakin canggih dan berpotensi menyebabkan kerugian finansial hingga penyalahgunaan data pribadi.

Beragam modus digunakan oleh pelaku, mulai dari pengiriman file mencurigakan berformat .apk melalui WhatsApp, pengalihan korban untuk mengunduh aplikasi palsu seperti “M-Pajak” dari tautan tidak resmi, hingga permintaan pembayaran atau konfirmasi data melalui email yang bukan berasal dari domain resmi pajak.go.id.

Tak hanya itu, pelaku juga kerap menyaru sebagai pejabat atau pegawai DJP, lalu menghubungi korban dengan dalih pemadanan NIK dan NPWP, verifikasi data untuk implementasi sistem Coretax, bahkan informasi palsu terkait promosi atau mutasi pegawai DJP.

“Seluruh layanan perpajakan resmi DJP tidak pernah meminta data pribadi, pembayaran, atau konfirmasi melalui saluran tidak resmi,” kata Theresia Naniek Widyaningsih selaku Kepala Bidang Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat Kanwil DJP Papabrama, Kamis (26/6/2025).

Dia pun mengimbau masyarakat hanya menggunakan saluran resmi DJP untuk memastikan keamanan, di antaranya, Kantor Pajak terdekat, Kring Pajak di 1500200, Email pengaduan@pajak.go.id, situs pengaduan: https://pengaduan.pajak.go.id, Live chat dan info resmi yaitu, https://www.pajak.go.id, Akun X (Twitter): @kring_pajak, WhatsApp resmi Kanwil DJP Papabrama: +62-813-4471-4177 dan Instagram: @ditjenpajakri dan @pajakpapabrama.

Jika menemukan indikasi penipuan, masyarakat dapat segera melaporkan nomor telepon mencurigakan melalui https://aduannomor.id atau konten/aplikasi palsu di https://aduankonten.id.

Naniek berharap informasi ini dapat tersebar luas, sehingga masyarakat semakin sadar dan terlindungi dari kejahatan siber yang mengincar ketidaktahuan dan kelengahan wajib pajak.

“Jangan mudah percaya. Selalu verifikasi informasi yang Anda terima. Bersama kita cegah penipuan pajak,” pungkasnya.

Related posts

Hadiri Natal di Ruang Perawatan Anak RSUD Dok II, Yeyen Tebar Harapan dan Semangat Kesembuhan

Jems

Gol Boaz Kunci Kemenangan Persipura di Semarang

Bams

Harapan Ricardo dan Boaz Untuk BTM dan ABR

Bams

Pemkab dan Polres Jayapura Mediasi Pertikaian antara Kedua Kubu di Kampung Harapan

Jems

Gubernur Papua Serahkan Bonus Atlet Berprestasi di PON dan Peparnas

Bams

Dirjen Dorong Petugas Imigrasi di Pulau Terluar Dapat Tunjangan Khusus

Fani

Leave a Comment