Pasific Pos.com
Headline Info Papua

Pengangkatan 20 Ribu Tenaga Honorer, Kesempatan Bagi OAP

Wakil Gubernur Papua, Klemen Tinal

Jayapura – Wakil Gubernur Papua, Klemen Tinal memastikan kebijakan pemerintah untuk pengangkatan 20 ribu tenaga honorer di Provinsi Papua.

Data jumlah tersebut, Kabupaten/Kota mendapat jatah sebanyak delapan ribu, sementara sisanya 12 ribu menjadi kewenengan Pemerintah Provinsi.

Dalam arahannya pada rapat evaluasi dengan kepala OPD dilingkungan Sekretariat Pemprov Papua, kemarin, Klemen Tinal memastikan untuk tenaga honorer yang sudah bekerja selama ini semuanya harus diakomodir.

“Saya tegaskan kembali, mau asli Papua kah tidak, yang sudah honorer lama tetap masukan. Karena mereka sudah mengabdi. Tapi sisa slot yang ada, itu hanya buat Orang Asli Papua (OAP),” tegasnya.

Klemen mengaku, dengan diangkatnya anak-anak asli Papua menjadi PNS, maka lima atau tujuh tahun kedepan, komposisi pegawai di provinsi menjadi 80 Orang Papua dan 20 non Papua tapi yang lahir besar bumi Cenderawasih.

“Provinsi punya jatah 12.000, dan Kabupaten/kota 8000, provinsi punya cari anak-anak Papua yang baru tamat kuliah jadikan pegawai saja. Kalau dalam perjalanan dia mau banting stir tidak apa-apa, yang penting ini jadi batu loncatan bagi dia supaya negara bayar dia,” tegasnya lagi.

Ingat yang saya sudah sering sampaikan, kata Klemen. Papua tidak boleh minder dan merasa rendah diri, Papua bergabung dengan Indonesia tidak dengan tangan kosong. Kita bergabung dengan NKRI bawa semua kekayaan. Tidak boleh minder. Kita sama dengan mereka yang ada di pulau Jawa. Kebetulan saja orang jawa lebih banyak, tetapi pulau kita lebih besar dari mereka.

“Harkat dan martabat kita sama. Sama sama punya Indonesia,” tandasnya.

Sebelumnya, Wakil Ketua Kepala BKN Pusat Supranawa Yusuf mengakui saat ini BKN tengah menunggu hasil perhitungan kebutuhan pegawai di 29 kabupaten dan kota termasuk di Provinsi Papua.

“Untuk pengangkatan tenaga honor masih dalam proses dan kita masih tunggu hasil perhitungan kebutuhan pegawai dari daerah di kabupaten dan kota Papua,” ungkapnya belum lama ini di Jayapura.

Menurut, pemerintah pusat telah mendengarkan aspirasi dari daerah dan sudah juga dibahas di Kemenpan RB dan BKN.

” kita tinggal tunggu saja surat resmi dari Papua ke Menpan, lalu dari Menpan tinggal memerintahkan ke BKN,” ungkapnya.

Supranawa tak bisa mengestimasi lama waktu yang dibutuhkan untuk mengangkat 20 ribu tenaga honorer di Papua.

Sebab pengangkatan tenaga honorer tersebut, lanjutnya, bakal disesuaikan dengan kebutuhan di setiap kabupaten, kota maupun provinsi.

Artikel Terkait

Klemen Tinal : Laporkan Jika ada Calo Honorer

Bams

Pengangkatan 20 Ribu Honorer Papua, ini Jawaban BKN

Bams

BKD Papua Tunggu Data Honorer Kabupaten/Kota

Bams

561 Honorer K2 Papua Menanti NIP

Bams

BKD Papua Hindari Honorer Siluman

Bams

Tenaga Honorer Papua Diangkat jadi PNS Tanpa Tes

Bams