Pasific Pos.com
Papua Tengah

Pengalihan Status ASN Guru SMA/SMK Tambah Masalah Panjang

NABIRE – Dengan adanya pengalihan status guru Aparatus Sipil Negara (ASN) SMA dan SMK dari kabupaten/kota ke provinsi, bukannya menyelesaikan masalah di dunia pendidikan, akan tetapi hanya menambah masalah yang berkepanjangan dan sulit untuk diselesaikan dalam waktu singkat oleh pejabat pengambil kebijakan.

Misalnya terhitung 1 Januari 2018 status guru ASN yang ada di kabupaten/kota telah dialihkan menjadi ASN Daerah Provinsi dan terhitung di Januari itu hingga kini sudah dua bulan berjalan para guru SMA dan SMK belum juga menerima gaji sebagai hak dari seorang ASN. Ini baru kita bicara soal gaji, belum lagi jatah dan tunjangan lain yang menjadi hak para guru SMA/SMK.

Terlihat disana-sani para guru SMA dan SMK sudah mulai gelisah akan haknya dan mulai bertanya–tanya antara sesama guru di sekolah maupun di sekolah lain yang senasib, karena hingga kini belum juga ada jawaban pasti dari Dinas Pendidikan Provinsi Papua soal nasib gaji mereka.

Demikian ini seperti dikatakan Guru Senior SMA Negeri 1 Nabire Sardin Kanisius kepada Papuapos Nabire, Rabu (7/2), di seputar sekolah tersebut seraya menambahkan, kami guru yang berharap dari gaji suami dan istri tidak punya kerja serta tambahan penghasilan lain, kini sudah sangat terasa sekali dengan yang namanya kebutuhan rumah tangga serta kebutuhan anak sekolah atau kuliah.

Untuk itu mewakili rekannya, ia berharap kepada Bupati Kabupaten Nabire bersama Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Papua untuk tidak tinggal diam, akan tetapi harus mengambil sikap atas nasib gaji guru. “Karena bukan saja gaji yang terganjal, akan tetapi jatah beras pun juga ikut terganjal dan sampai kapan para guru SMA dan SMK di daerah ini harus terus dan terus menunggu jawaban yang pasti?,” tanyanya.

Dengan demikian sebagai guru senior menilai, pengalihan status guru ASN SMA dan SMK dari kabupaten ke provinsi, hanya menambah masalah panjang dengan menginjak harkat dan martabat guru SMA dan SMK dan kini seolah-olah guru SMA dan SMK tidak punya daya. “Selaku guru kami ingatkan bahwa kami sedang melaksanakan tugas yang mulia di mata Tuhan,” ucapnya.

Untuk itu, jangan lagi mau injak–injak. Karena guru sudah disebut-sebut sebagai ‘Pahlawan Tanpa Tanda Jasa’ untuk mencerdaskan anak-anak bangsa dari yang tidak tau menjadi tau dan kelak yang dihasilkan oleh guru dari dunia pendidikan akan kembali menjadi tunas–tunas harapan bangsa ini.(des)