Pasific Pos.com
Papua Selatan

Penerima Bantuan Iuran Memegang Peranan Penting

MERAUKE,ARAFURA,-Jika dilihat dari sisi proporsi maka kepesertaan BPJS Kesehatan yang termasuk dalam kategori Penerima Bantuan Iuran (PBI) memegang peranan yang cukup penting karena dari jumlah 223 juta ternyata 96 juta di antaranya merupakan peserta PBI. Jadi sudah dibantu oleh pemerintah pusat yang selama ini dikenal publik dengan sebutan Kartu Indonesia Sehat (KIS). Padahal sebenarnya semua peserta memang menggunakan kartu tersebut dan awalnya diperuntukkan bagi peserta PBI.

“ Artinya hampir setengah peserta JKN-KIS merupakan peserta PBI. Adapun segmen kepesertaan program JKN-KIS terbagi dua, yaitu PBI dan non PBI. PBI diprioritaskan bagi orang-orang yang tidak mampu dengan dibantu oleh pemerintah, baik pusat maupun daerah. Dalam hal ini warga tersebut dapat dibantu lewat dana APBN maupun APBD. Seperti halnya yang telah dilakukan oleh Pemda Merauke yang telah menganggarkan secara rutin setiap tahun guna membantu warga yang tidak mampu,” ujarnya saat menyampaikan presentasi pada sosialisasi program donasi bersama badan usaha di Swiss-Belhotel, Jumat (13/9).

Sedangkan untuk segmen non PBI masih terbagi lagi dalam tiga kategori yang meliputi pekerja penerima upah, pekerja bukan penerima upah dan bukan pekerja. Jadi yang termasuk bukan pekerja adalah para pemilik perusahaan namun memiliki kemampuan. Dengan demikian konsep gotong royong yang tercipta di dalamnya yaitu peserta yang mampu membantu yang tidak mampu, peserta sehat membantu yang sakit dan peserta yang tergolong usia produktif membantu usia lanjut. Menurut Erfan, BPJS Kesehatan sebenarnya tidak boleh mencari keuntungan namun murni hasil dan tujuan yang sudah dicapai akan dikembalikan kepada peserta. Oleh sebab itu karena program JKN-KIS bersifat gotong royong sehingga pihak BPJS berupaya untuk mencari upaya-upaya lain termasuk dengan pihak Pemda yang menginginkan adanya inovasi-inovasi dari sisi layanan publik yang dapat bermanfaat bagi masyarakat.