Pasific Pos.com
Headline

Penembakan di Nduga Adalah Ultimatum Perang oleh KSB

JAYAPURA,- Aksi penembakan yang menewaskan tiga orang warga sipil serta melukai dua orang di Kenyam Kabupaten Nduga, Senin (25/6) pagi merupakan tindak lanjut dari ultimatum perang yang pernah dilontarkan Lekagak Telenggen beberapa bulan lalu.

“Semua aksi Milter TPNPB Komando Nasional berdasarkan ultimatum perang itu. Dan ini adalah revolusi tahapan, dan itu akan berlaku di seluruh tanah Papua,” tegasnya.

Hal tersebut diungkapkan Juru Bicara TPNPB-OPM Sebby Sambom melalui pesat singkat yang diterima, Senin (25/6) malam.

Lanjut Sabby insiden penembakan pesawat dan warga sipil yang menewaskan tiga orang dan melukai dua orang termasuk salah seorang anak di Kenyam Kabupaten Nduga, merupakan ulah dari kelompok mereka dan merekalah yang bertanggung jawab.

” Semua aksi itu anggota kami yang lakukan secara militer kami lah yang bertanggung jawab,” tuturnya.

Dirinya pun menambahkan aksi penembakan yang dilakukan oleh kelompok kriminal bersenjata tersebut juga merupakan aksi penolakan terhadap pemilihan gubernur dan wakil gubenrnur provinsi papua, dan menganggap pilkada di papua hanya pelecehan terhadap perjuangan murni TPNPB/ OPM bersama rakyat Papua Barat.

Sementara itu perlu diketahui, aksi penembakan yang menewaskan tiga orang warga sipil dan melukai pilot serta seorang anak di kabupaten nduga, terjadi sekitar pukul 09.30 WIT, ketika aparat gabungan TNI/Polri melakukan pengejaran terhadap kelompok keriminal bersenjata usai menembaki pesawat Trigana yang mengangkut anggota TNI/Polri yang akan bertugas mengamankan jalannya pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Papua tahun 2018, saat hendak landing di bandara kenyam kabupaten Nduga.