Pasific Pos.com
Papua Barat

Penduduk Mula-mula Belum Tersentuh Implementasi Otsus

Manokwari, TP – Pemerintah Pusat memberikan perhatian besar terhadap Papua dan Papua Barat untuk mengejar ketertinggalan pembangunan. Perhatian itu berdasarkan implementasi UU No. 21 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus (Otsus) Papua dengan alokasi anggaran yang cukup besar.

Anggota Fraksi Otonomi Khusus (Otsus) DPR Papua Barat, Abraham Goram Gaman mengakui tentang perhatian Pemerintah Pusat terhadap Papua dan Papua Barat.

Dikatakannya, anggaran yang dikucurkan itu dikelola Pemprov Papua dan Papua Barat, termasuk anggaran yang dikelola kementerian terkait untuk melakukan pembangunan di Papua dan Papua Barat.

“Saya pikir pembangunan begitu cepat sekali, tetapi mungkin ada hal-hal yang kita lupa, terutama bagi penduduk mula-mula yang ada di kota maupun desa. Mereka adalah subjek dan objek pembangunan dan dari merekalah Otsus bisa dilaksanakan di Papua. Kalau bukan mereka, maka tidak ada sentuhan Pemerintah Pusat di Papua,” tukas Goram Gaman kepada Tabura Pos di Kantor DPR Papua Barat, Kamis (4/1/18).

Menurutnya, sentuhan dan perhatian pembangunan harus diberikan kepada penduduk mula-mula yang ada di perkotaan. Sebab, dirinya melihat sentuhan pembangunan terhadap penduduk mula-mula masih jauh dari harapan.

Goram Gaman mencontohkan penduduk mula-mula di Manokwari, seperti di Kompleks Sanggeng, Arkuki, Kampung Ambon, Kwawi, Swapen, dan lain sebagainya. “Nah, kompleks-kompleks ini kita harus berikan perhatian, sehingga lingkungan, jalan, drainase, sampai rumah mereka harus diberi dukungan bantuan,” katanya.

Lanjut dia, jangan sampai penduduk yang baru tinggal di Papua Barat justru mendapatkan fasilitas yang baik, entah itu drainase, jalan, dan rumah. “Hal ini tidak boleh terjadi. Seharusnya, penduduk mula-mula Papua maupun kelompok Nusantara yang sudah hidup di era 80-an mendapatkan perhatian,” ujar Goram Gaman.

Oleh sebab itu, ia mengusulkan Pemprov Papua Barat maupun kabupaten-kota harus memikirkan kompleks-kompleks yang mayoritas penduduk mula-mula, dibangunkan rumah susun dan lingkungannya ditata.

“Paling tidak dalam 1 rumah, pasti ada 2 atau lebih kepala keluarga. Jadi, kita harus berpikir untuk membangun rumah susun di kompleks-kompleks tersebut dengan mendata setiap kelompok atau keluarga untuk menempati rumah susun dengan sistem pengelolaan yang baik, sehingga lingkungan tertata baik dan bisa memperindah Kota Manokwari,” terang Goram Gaman.

Disinggung tentang perhatian pemerintah terhadap penduduk mula-mula selama pelaksanaan 17 tahun implementasi Otsus di Papua, Goram Gaman mengatakan, selama 17 tahun ini, implementasi Undang-undang Otsus terhadap penduduk mula-mula, belum tersentuh dan belum mendapat perhatian khusus dari pemerintah daerah.

Diakuinya, perubahan pembangunan di Papua dan Papua Barat terjadi secara signifikan, tetapi sentuhan terhadap penduduk mula-mula belum kelihatan.

Padahal, kata dia, jika ditata dan dikelola dengan baik, tentu akan menghilangkan kesenjangan sosial, iri hati, dan paradigma buruk lain antara penduduk mula-mula dengan pembangunan yang sementara berjalan.

“Saya pikir inilah yang harus kita pikirkan bersama-sama sebagai pejabat daerah supaya kita tidak berpikir pembangunan infrastruktur saja, tetapi bagaimana kita memikirkan sistem untuk mendukung proses pembangunan itu,” tandas Goram Gaman. [FSM-R1]