Pasific Pos.com
Papua Selatan

Pendidikan Di Boven Digoel Tak Berjalan Baik

‘IMADI Desak Bupati Cari Solusi’

MERAUKE,ARAFURA,- Ikatan Alumni SMA Petrus Hoeboer Mindiptana dan Ikatan Mahasiswa Boven Digoel (IMADI) Kabupaten Merauke meminta Bupati Boven Digoel untuk segera mengeluarkan kebijakan untuk melakukan monitoring lapangan dan bekerjasama dengan mahasiswa maupun organisasi kepemudaan untuk mengetahui persoalan pendidikan dari tingkat TK, PAUD sampai dengan tingkat SMA. Itu dilakukan, untuk mengevaluasi total khusus bagi tenaga guru, kualifikasi guru serta fasilitas belajar mengajar.

Ikatan Alumni SMA Petrus Hoeboer Mindiptana, Yohanis Nongyap mengatakan kekurangan tenaga guru juga harus segera dicarikan solusi agar permasalahan pendidikan di Kabupaten Boven Digoel tidak terus terjadi. Salah satunya dengan melakukan kerjasama dengan perguruan tinggi negeri manapun atau membuka kampus kelas jauh.

Ia juga meminta agar Bupati Boven Digoel segera membangun asrama pelajar putra dan putri di daerah pinggiran berdasarkan empat kawasan pendidikan yaitu Distrik Jair, Kouw, Mandobo dan Mindiptana. Hal ini guna meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Papua di wilayah Kabupaten Boven Digoel. Serta bekerjasama dengan lembaga denominasi gereja.

Selanjutnya, meninjau kembali pendirian sekolah SMP Negeri 2 Mindiptana di Kampung Osso berdasarkan peraturan pemerintah dan kajian masyarakat untuk pendirian sebuah sekolah. “Menurut pengamatan kami pendirian sekolah Tersebut dinilai belum menjadi kebutuhan. Untuk itu, sekolah tersebut dialihkan ke distrik lain yang lebih membutuhkan,” tandasnya di Kantor Sekertariat PMKRI Cabang Merauke, Kamis (28/6).

Sementara itu, Ketua Ikatan Mahasiswa Boven Digoel (IMADI), Sadra Eniggugop meminta bupati Boven Digoel untuk segara menggelar pertemuan dengan mahasiswa/I asal Boven Digoel di Kota Studi Merauke dalam waktu dekat untuk sama-sama mencari solusi permasalahan pendidikan di Kabupaten Boven Digoel. Pihaknya juga akan mengirim langsung pernyataan sikap kepada Bupati Boven Digoel guna menindaklanjut hal itu.

“Jika belum ada tindakan untuk menyikapi hal ini maka kami Ikatan Alumni dan IMADI akan melakukan aksi demo damai dan aksi protes di Kabupaten Boven Digoel untuk menyampaikan aspirasi secara langsung,” ucapnya.