Pasific Pos.com
Papua Barat

Pencairan Proposal Gereja Fiktif Diduga Libatkan 1 Orang Lebih

Manokwari, TP – Penyidik Ditreskrimsus Polda Papua Barat masih menyelidiki kasus pencairan permohonan proposal salah satu gereja fiktif di Kota Sorong oleh Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Provinsi Papua Barat.

Direktur Reserse Kriminal Khusus (Direskrimsus) Polda Papua Barat, AKBP Budi Santoso mengaku, pengembangan kasus ini sudah memasuki tahap penyidikan.

“Kita masih menunggu audit perhitungan kerugian keuangan negara. Kalau hasilnya ada, kita share ke teman-teman,” kata Santoso kepada Tabura Pos di Polda Papua Barat, Kamis (17/1/18).

Diutarakan Direskrimsus, dalam kasus ini, kemungkinan tidak hanya melibatkan 1 orang, sehingga penyidik sedang mendalami peran oknum-oknum yang terlibat.

“Dalam hal ini, siapa yang menginisiasi, yang membantu, yang ikut serta, dan yang menikmati,” katanya seraya mengatakan, oknum polisi yang sudah ditetapkan menjadi tersangka, akan mendapatkan sanksi.

Berdasarkan catatan Tabura Pos, kasus ini terkait pencairan permohonan proposal Gereja Omega Klagete oleh BPKAD Provinsi Papua Barat Tahun Anggaran 2014 senilai Rp. 1 miliar, sementara Gereja Omega Klagiji adalah gereja yang sesungguhnya, tetapi proposalnya tidak diproses. [BOM-R1]