Pasific Pos.com
Info Papua

Penanganan KLB Asmat Harus Terpadu

Jakarta,- Menteri Sosial, Idrus Marham mengatakan, penanganan gizi buruk dan campak di Kabupaten Asmat, Papua, memerlukan pendekatan terpadu dan menyeluruh.

“Arahan Bapak Presiden, perlu dilakukan terpadu dan menyeluruh, tidak bisa sendiri-sendiri,” ucap kepada wartawan usai melakukan pertemuan dengan Presiden Joko Widodo, Mendagri, Menkes, Gubernur Papua, Bupati Asmat dan Bupati Nduaga di Istana Bogor, Selasa (23/1/18) malam.

Politisi Partai Golkar ini mengatakan, setelah dilakukan kajian awal, wabah campak dan gizi buruk di Asmat perlu dilakukan pendekatan secara menyeluruh. “Jadi tidak bisa diselesaikan sendiri-sendiri, harus secara terpadu dan menyeluruh,” kata Idrus.

Selain itu, ujar ia, Presdien juga mengatakan meskipun kejadian ini hanya terjadi di Asmat, tetapi beliau menginstruksikan kepada pihaknya untuk mulai memperhatikan dan mencermati kabupaten-kabupaten lainnya yang ada di Papua.

“Presiden ingin kami memprotek daerah lain yang ada di Papua, agar bisa diantisipasi sebelumnya,” ucapnya.

Menteri Kesehatan Nila Moeloek mengaku, sebenarnya masalah kesehatan yang terjadi di Asmat sudah diketahui sejak September 2017, dan sudah meminta kepala dinas kesehatan setempat untuk melakukan pengobatan, namun wabah berkembang sangat cepat. “Campak ini memang terjadi apabila gizi buruk dan kekebalan fisiknya turun pasti kena,” kata Nila.

Dalam penanganan kasus ini, ujar ia, pihaknya sudah bekerja sama dengan TNI/Polri dan Kementerian Sosial untuk sama-sama melakukan pengobatan menyeluruh.

“Kami membuat 10 hari pertama pengobatan, kemudian 10 hari lagi sampai tiga kali sampai satu bulan,” ucapnya.

Namun yang harus dipikirkan, kata Nila, adalah setelah mengatasi keadaan kritis kementerian harus memikirkan bagaimana rehabilitasi dan solusi jangka panjang.

“Tadi yang disampaikan gubernur dan bupati benar, yakni bagaimana membuat satu perkampungan yang baik, dengan fasilitas kesehatan yang baik juga,” kata dia.

Ia akui, kehiduapan masyarakat di Asmat memang selalu berpindah-pindah, apalagi kondisi geografis sangat susah begitu juga kondisi air yang tidak bersih serta sanitasi buruk.

“Jadi saya kira ini lintas kementerian, kemungkinan kami akan menanam sagu dengan kementerian pertanian, dengan harapan ketahanan pangan lokal bisa dipertahankan,” katanya.

Pada saat itu juga, Menteri Kesehatan Nila Moeloek sampaikan usul kepada Bupati Asmat, Elisa Kambu untuk mengajarkan masyarakatnya mengkonsumsi ikan yang memiliki protein tinggi.