Pasific Pos.com
Olahraga

Penambahan Cabor PON Sesuai Kemampuan Pemprov Papua

Jayapura,- Wakil Ketua Umum 1 Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat Mayjen TNI (Purn) Suwarno mengungkapkan 38 cabang olahraga yang sudah diputuskan dalam masterplan untuk dipertandingkan pada penyelenggaraan PON 2020 bukan kemauan KONI Pusat, namun berdasarkan kemampuan Papua dalam menyiapkan venue pertandingan PON.

“KONI pusat jauh-jauh hari masih menempatkan 38 cabor ini sebagai jumlah cabang sementara artinya kita ingin mengikuti bagaimana proses di Papua dengan kesiapan tuan rumah apakah sudah berjalan sesuai rencana, sehingga tidak ada perubahan, atau masih ada peluang 38 bisa menambah atau mengurangi itu tergantung dari kesiapan Papua.” Hal itu disampaikan Wakil Ketua KONI Pusat Suwarno usai melakukan pertemuan dengan Sekum PB PON DR. Yusuf Yambe Yabdi, ST. MT di Jakarta, Senin (26/02/18).

Lanjut Suwarno, 38 cabor yang sudah ditetapkan masih akan dibahas dengan 10 cabor tambahan yang diusulkan KONI Papua dengan deadline waktu diberikan minggu ke-4 bulan Maret sebelum diputuskan pada rapat anggota KONI se-Indonesia sekaligus Munas yang digelar 6 April 2018 di Jakarta.

“Ada masukan harus dilakukan dengan cepat, saya tunggu paling lambat minggu ke-4 bulan maret, kalau seandainya setelah itu ada surat masuk lagi konsekuensinya Papua harus melaksanakan rapat KONI seluruh Indonesia membahas usulan itu, tidak bisa KONI Pusat putuskan, sebabpenambahan itu yang mengusulkan pemerintah Papua sebagai penyelenggaraan PON melalui PB PON 2020.”

Ditambahkan, sebanyak 56 Techical Delegate (TD) dari 38 cabor direncanakan akan meninjau dan memastikan bahwa venue digunakan baik sarana maupun kebutuhan penyelenggaraan sesuai kelayakan pada lima wilayah klaster PON 2020 yang selanjutnya akan diplenokan di Jayapura sebagai landasan untuk pembahasan dalam RAT.

“Sebagai tuan rumah PON ada tiga tugas besar bagi Papua yakni tugas menyiapkan tempat pertandingan ini tugas dilakukan pemerintah, tugas sebagai panitia penyelenggaraan itu tugas PB PON, sedangkan tugas ketiga Papua menyiapkan kontingen atlet Papua yang harus berjalan bersama-sama.”

Sementara itu Sekretaris Umum PB PON DR. Yusuf Yambe Yabdi ST, MT menambahkan rapat koordinasi 38 cabor yang sudah ditetapkan tersebut sebagai langkah untuk mengetahui sejauh mana KONI mempersiapkan semua yang bisa diakomodir oleh PB yang selanjutnya menjadi keputusan di RAT KONI Pusat.

“Kita akan melakukan rapat kerja PB PON untuk melihat hal-hal apa yang perlu disusun terutama rencana kerja anggaran PB PON 2019, itu menjadi fokus kita karena tahun itu ada belanja yang sudah dilakukan PB maupun belanja yang dilakukan pemerintah, contohnya pengadaan peralatan pertandingan itu dilakukan pemerintah, tapi peralatan penunjang pertandingan dilakukan PB, ini yang perlu disusun dalam RKABP dalam raker.”

Rencana kunjungan TD seluruh cabor untuk melakukan rapat koordinasi bidang pertandingan dan upacara dengan melibatkan semua bidang PB PON dengan begitu ada masukan untuk menyempurnakan rencana kerja anggaran yang sudah dibuat diraker, sehingga pada DPA PB PON 2019-2020 sudah bisa mengakomodir semua kepentingan PB untuk sukses penyelenggaraan PON.

“Penambahan cabor sudah disampaikan ke KONI, misalnya ada 6 penambahan cabor tapi nomor, peralatan, panpel pertandingan itu semua harus dirincikan dalam rapat antara KONI Pusat dan KONI Papua harus membahas hingga selesai, dan konsekuensi pembiayaan harus muncul akibat dari penambahan itu harus keluar, dasar inilah nanti KONI melakukan rapat koordinasi dengan PB yang kemudian mengusulkan ke pemerintah untuk anggaraan, dimana pemerintah mempelajari dan memutuskan itu yang kita tunggu, kalau setuju sanggup membiayai penambahan kita jalan mempersiapkan semuanya kalau tidak setuju kita tidak jalan.”tutupnya.