Pasific Pos.com
Papua Barat

Pemuda Kampung Marsi Aniaya Kepala Desanya

Kaimana, TP – Akibat tidak adanya keterbukaan tentang dana desa yang dialihkan sebesar Rp. 92 juta, 3 pemuda Kampung Marsi menganiaya kepala desanya, 29 Januari 2018 lalu.

Kapolsek Kaimana Kota, Iptu Mahfud Sopaheluwakan menjelaskan, setelah menerima laporan adanya keributan dari Mettu, sebanyak 12 anggotanya diterjunkan ke Kampung Marsi untuk menangani masalah keributan tersebut.

Setelah menangani keributan itu, anggota kepolisian mengamankan 3 pelaku penganiayaan kepala desanya dan warga diundang ke Polsek Kaimana Kota untuk mempertemukan kedua belah pihak, Selasa (30/1).

“Keributan itu akibat salah paham antara kedua belah pihak. Keributan terjadi sebelumnya tanpa kades di TKP. Namun, situasi semakin panas dan kades pun tiba di TKP bermaksud meredahkan keributan itu,” ungkap Kapolsek kepada para wartawan, kemarin.

Lanjut Sopaheluwakan, di TKP, korban melihat adiknya beradu mulut dengan warga, sehingga kades pun menampar adiknya dengan maksud baik, apalagi itu adiknya sendiri. “Namun, warga yang melihat hal itu salah paham, sehingga kades yang bermaksud meredahkan keributan, ditonjok 3 pelaku,” jelas Kapolsek.

Ditambahkannya, sebelumnya warga merasa kesal karena tidak ada keterbukaan tentang dana desa yang dialihkan sebesar Rp. 92 juta untuk pemberdayaan pemuda.

“Padahal, kades sudah melakukan program dengan mengembangkan minat pemuda asal Kampung Marsi dengan cara mendatangi bengkel motor dn mobil. Tujuannya agar melatih mereka dengan harapan bisa membuat usaha sendiri di kampung. Selain itu, beberapa pemuda sudah dibiayai untuk disekolahkan di bidang teknisi,” ungkap Sopaheluwakan.

Setelah pertemuan kedua belah pihak, Kapolsek mengarahkan agar persoalan ini diselesaikan secara kekeluargaan dan warga yang berselisih bisa tetap bergandengan tangan. “Jika hal ini terjadi lagi, maka pelaku akan ditahan dan dihukum secara pidana,” tukas Kapolsek. [CR41-R1]