Pasific Pos.com
Ekonomi & Bisnis

Pemprov Papua Sikapi Tingginya Harga Tiket Pesawat

JAYAPURA,- Pemerintah Provinsi Papua menyikapi tingginya harga tiket penerbangan jelang hari raya Idul Fitri 1439 H tahun 2018.

Penjabat Gubernur Papua, Soedarmo, mengatakan kenaikan harga tiket masih dapat ditoleransi jika hanya sebesar 50 persen. Bila sudah melebihi separuh angka normal maka harus ditertibkan. “saya akan berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan untuk bisa tertibkan hal-hal semacam ini,” kata Soedarmo, disela-sela sidak sembilan bahan pokok (sembako) di Jayapura, Jumat.

Menurutnya, seharusnya harga tiket pesawat di Papua diberlakukan sama dan online seperti angkutan darat go-jek yang dapat diakses oleh semua pihak secara transparan. Dilain pihak, dia mengharapkan ada penetapan harga ambang batas atas dan bawah oleh pemerintah terhadap tiket pesawat.

“semestinya pada momentum jelang liburan saat begini, harus ada batasan atas dan bawah untuk harga tiket. Sehingga jangan naik sekian kali lipat. Sebab ke Wamena sampai Rp 3 jutaan. Biasanya Rp 800 ribu. Sehingga memang saya akan buat surat edaran untuk menyikapi kenaikan harga tiket ini,” ucap dia.

Dia berharap momentum libur hari raya keagamaan tidak dimanfaatkan oleh oknum tertentu apalagi pihak airlines, guna menjual harga tiket yang mencekik.

“Sebab jangan kasihan mereka menabung banyak untuk memberi nanti kepada keluarga di kampung, justru sebaliknya hanya digunakan untuk membali tiket,” serunya.

Sebelumnya, Staf Ahli Gubernur Papua Bidang Politik dan Kesatuan Bangsa, Simeon Itlay menginstruksikan dinas perhubungan, untuk segera menertibkan para calo di bandara-bandara, yang menyebabkan melambungnya harga jual tiket.

Hal ini disampaikan Simeon Itlay saat memberikan arahan pada rapat koordinasi optimalisasi pelayanan sarana transportasi mengantisipasi Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1439 H 2018 sekaligus buka puasa bersama mitra perhubungan, Kamis (7/6).

Pihaknya juga berharap ada sanksi tegas bagi para calo yang menyebabkan harga tiket melambung tinggi.

“Saya baru kembali dari Jayawijaya. Dimana kemarin harga tiket Jayawijaya – Jayapura sangat gila-gilaan. Jangankan mahal, untuk mendapatkan tiket saja sangat sulit baik untuk masyarakat maupun pejabat pemerintah”.

“Sehingga saya minta ini jadi perhatian sebab harga tiket Jayawijaya – Jayapura yang sebelumnya Rp800.000 kini naik hingga Rp2 juta bahkan Rp3 jutaan. Saya bicara fakta sehingga harapan saya hal seperti ini jangan terjadi lagi dilain waktu,“ jelas dia.