Pasific Pos.com
Lintas Daerah

Pemkab Waropen Lakukan Sensus Barang Milik Daerah

 

Botawa, – Pemerintah Kabupaten Waropen melalui Bidang Aset mulai melakukan sensus aset barang milik daerah (BMD) dari tahun 2004 hingga Desember 2017. Hal tersebut diungkapkan Kepala Bidang Aset, Chusdjon Darmadi saat ditemui di ruang kerjanya, kamis (22/2/18).

Dikatakan, dalam pelaksanan sensus melibatkan tim satgas BMD, diantaranya Tata Pemerintahan 1 orang, Pertanahan 2 orang, Pendamping lapangan masing-masing Distrik 2 orang, sehingga satu tim melibatkan 11 orang.

Menurutnya tim ini akan di SK kan dengan keputusan Bupati sebagai dasar di lapangan untuk melakukan sensus, dan jadwal sudah dibuat tinggal pelaksanaannya.

Selain aset Pemkab Waropen yang didata juga ada aset Pemkab Yapen yang berada dalam lokasi waropen juga didata, ia berharap selama dilakukan pendataan di lapangan pihak Pemkab Yapen terlibat khusus untuk mendata aset Yapen yang selama ini belum diserahkan secara resmi ke Pemda Waropen.

Selanjutnya setelah dilakukan sensus, Pemkab Waropen akan melakukan penyerahan aset ke Pemkab Mamberamo Raya.

“Ada aset Waropen yang sudah masuk ke lokasi kabupaten Mamberamo Raya di tiga distrik, Benuki, Sawai, dan distrik Waropen atas yang belum diserahkan ke Pemkab Mamberamo Raya”. jelasnya.

Terkait dengan persiapan tim sensus, Chusdjon mengatakan mengalami keterlambatan karena baru mendapatkan otoritas untuk bisa membuka Simda Keuangan terkait laporan realisasi anggaran SP2D dan kartu kendali sebagai dasar untuk memasukkan data aset dalam sistem Simda BMD. Untuk melakukan sensus Barang Milik Daerah (BMD) Pemerintah Kabupaten Waropen dari tahun 2004 sampai per 31 desember 2017 membutuhkan waktu 9 bulan untuk mendata fisik di lapangan.

“Kurang lebih 9 bulan 10 hari sensus BMD dilakukan secara keseluruhan, namun karena keterbatasan anggaran, tahun ini tim hanya dapat melakukan sensus di 10 Distrik yakni, Masirei, Demba, Wonti, Riseisayati, Soyoimambai, Urifaisei, Waropen Bawah, Audate, Inggerus dan distrik Wapoga. Untuk distrik Kirihi dan Walay serta aset di luar daerah belum bisa dilakukan”. tutup Chusdjon. (af/humas Waropen).