Pasific Pos.com
Papua Selatan

Pemerintah Pacu Komoditas Alternatif

MERAUKE,ARAFURA,- Pemerintah Kabupaten Merauke melalui Dinas Pertanian saat ini tengah mendorong pengembangan komoditas alternatif selain padi. Komoditas tersebut adalah jagung, dimana untuk tahun ini ditargetkan seluas 5.000 Ha di seluruh Kabupaten Merauke.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Merauke, Edi Santoso, belum lama ini mengatakan ada beberapa tempat yang memang tidak kita rekomendasikan untuk tanam tiga kali, karena pertimbangan kondisi air dan juga supaya ada pergiliran. Lahan-lahan tersebut diarahkan ditanami jagung, termasuk lahan yang tidak bisa ditanami padi dua kali.
“Seperti di Wasur, ini targetkan 400 Ha. Seharusnya, kita sudah mulai tanam dari Bulan April, namun karena benihnya brau datang Juli, ya kami tanam Juli, sehingga ada pergeseran. Untuk yang terbesar, di awal musim penghujan Bulan November-Desember,”ungkapnya.
Ia mengakui, target 5.000 Ha memang cukup besar. Karena itu, pihaknya akan berupaya agar target luasan tanam jagung bisa tercapai hingga Bulan Desember 2018 mendatang. Bantuan dari pemerintah untuk pengembangan jagung, petani diberikan paket benih 15 Kg per Ha, kemudian pupuk urea 50 Kg per Ha.
“Dari APBD kabupaten, kami mendukung untuk keberhasilan pengembangan jagung dengan bantuan pupuk NPK sebanyak 60 Kg per Ha. Sisanya, tentu swadaya dari petani sendiri,”tukasnya.
Ditambahkan, khusus untuk Wasur targetnya seluas 400 Ha dan itu merupakan yang pertama kalinya. Jika memang tidak bisa terealisasi di satu musim, maka sebagian akan ditanam di awal musim penghujan. “Ini permintaan dari petani. Untuk target produksi, sementara 5 ton per Ha. Itu jagung hibrida. Kalau dilihat potensinya, bisa 7-8 ton sebenarnya. Tapi karena ini pertama, kami belum targetkan segitu,”ujarnya.