Pasific Pos.com
Papua Barat

Pembunuhan Irma Towansiba Diduga Gara-gara Sakit Hati

Manokwari, TP – Motif pembunuhan Irma Iryana Towansiba (24 tahun) yang ditemukan tewas di dekat pintu gerbang Sekolah Tinggi Penyuluh Pertanian (STPP), Reremi, Manokwari, Sabtu (13/1), akhirnya diungkap penyidik Satreskrim Polres Manokwari.

Kapolres Manokwari, AKBP Adam Erwindi mengaku motif kasus ini adalah sakit hati, berbuntut penganiayaan yang menyebabkan korban meninggal dunia.

Ia menjelaskan, korban dan pelaku adalah pasangan suami istri yang menikah pada 2013, tetapi keduanya tidak pernah akur dan korban ini kembali ke orang tuanya dalam keadaan hamil.

“Setelah anaknya lahir, 8 bulan kemudian anaknya meninggal. Ini yang menyebabkan pelaku merasa sakit hati, lalu kemudian menghabisi korban,” terang Kapolres dalam jumpa pers di Polres Manokwari, Kamis (18/1/18).

Mengenai kronologis kejadian, Erwindi menerangkan, awalnya tersangka datang ke Manokwari, Sabtu (13/1/18) pagi untuk menjenguk kakanya yang sedang sakit. Setibanya di Manokwari, tersangka berusaha menghubungi korban dan korban bersedia bertemu pelaku, dimana lokasi pertemuan di depan STPP.

“Waktu menuju ke lokasi pertemuan, pelaku sempat singgah di sebuah bangunan di Wosi, lalu mengambil besi cor dan batu tela. Setibanya di lokasi pertemuan, besi dan batu disembunyikan di balik tembok,” kata Kapolres.

Lanjut dia, saat bertemu, keduanya sempat bercengkrama, lalu korban dipaksa masuk ke semak-semak di balik pintu gerbang STPP dan terjadilah percekcokan di antara keduanya.

Menurut Erwindi, saat percekcokan, batu tela yang pertama digunakan tersangka memukuli wajah korban sampai korban terjatuh. Melihat korban terjatuh, tambah Kapolres, pelaku mengambil besi lalu menghantam korban berkali-kali dan sempat menikam korban dengan besi tersebut.

Dalam keadaan tidak bernyawa, tersangka membuka baju korban, lalu dibawa lari. “Saat lari, baju tersangka dan handphone korban sempat jatuh, tetapi pelaku tidak mengurungkan niatnya niatnya untuk lari sampai Ransiki, bahkan sampai ke Bintuni,” tambah Erwindi.

Diutarakannya, dalam proses penyelidikan, sejumlah barang bukti ditemukan sebagai petunjuk untuk mengungkap kasus ini dan akhirnya berhasil menangkap tersangka Andreas Iba.

Orang nomor 1 di jajaran Polres Manokwari mengaku, pihaknya masih tetap akan melakukan pengembangan untuk mengetahui fakta lain.

Menurutnya, kasus ini termasuk kasus pembunuhan berencana, sehingga pelaku akan dikenakan Pasal 340 KUHP dengan ancaman pidana seumur hidup.

Ditanya apakah korban sempat disetubuhi pelaku, Kapolres menegaskan, berdasarkan hasil visum, tidak terdapat sperma pada alat kelamin korban, sehingga bisa dipastikan tidak terjadi persetubuhan. [BOM-R1]