Pasific Pos.com
Papua Selatan

Pembukaan SD Nusantara, Upaya Berantas Buta Calistung

MERAUKE,ARAFURA,- Kepala Sekolah SD Nusantara 1, Jaiti Ladulla, S.Pd menyampaikan bahwa tujuan dibukanya rintisan SD Nusantara adalah memberantas buta calistung agar tidak ada lagi anak-anak yang putus sekolah apapun alasannya. Sebab SD ini tidak memungut biaya bahkan tidak diharuskan memakai seragam sekolah yang penting bebas rapih. Dengan segala keterbatasan sarana prasarana khususnya ruang kelas yang masih menggunakan gedung SKB pihaknya tetap bersemangat mendidik anak-anak.

Saat ini jumlah siswa yang terdaftar sebanyak 22 orang untuk kelas 1 murni dan siswa literasi ada 26 orang. “Kami sangat mengharapkan bantuan pemerintah untuk membangun ruang kelas agar proses belajar mengajar dapat berjalan dengan lebih baik. Terima kasih atas diresmikannya SD Nusantara dan kami sangat mengharapkan dukungan Pemda, dinas terkait dan para donatur yang peduli akan tumbuh kembangnya tunas-tunas harapan bangsa dan yang lebih penting lagi partisipasi aktif dari orang tua dan masyarakat sekitar,”ujarnya pada peresmian SD Nusantara 1 di SKB Kelapa Lima belum lama ini.

Lebih lanjut ia mengungkapkan bahwa tenaga pengajar yang berjumlah tiga orang merupakan guru pindahan dari SD Inpres Gudang Arang. Adapun kurikulum yang digunakan adalah K13 dan anak-anak yang masuk program literasi akan dididik hingga ujian Paket A. Untuk itu ia meminta dukungan orang tua dalam hal kelengkapan data anak sehingga memenuhi syarat pada sistem DAPODIK. “Kami harap orang tua juga tidak henti-hentinya mendorong dan mengantar anaknya ke sekolah. Ia yakin dengan dukungan semua pihak maka SD Nusantara 1 akan mampu berjalan dengan baik setara dengan sekolah lain yang ada di Kota Merauke.

Sementara itu Asisten III Setda Kabupaten Merauke, Anakletus Mambol menyampaikan terima kasih kepada Yayasan Karisma Dharma yang telah berupaya mendekatkan pendidikan dan bersama-sama pemerintah saling bersinergi mendukung pembangunan terutama dalam meningkatkan SDM. Hal ini sangat penting karena jika anak-anak tidak bersekolah tentu akan menghambat masa depan mereka. Tidak hanya menjadi pengangguran, dikuatirkan mereka akan melakukan sesuatu yang tidak diinginkan. Hal inilah yang perlu diantisipasi sehingga mereka juga dapat maju dan berkembang ke depan. Melihat fenomena yang terjadi di Kelurahan Kelapa Lima dimana setelah beberapa puluh tahun mengalami perkembangan yang cukup pesat. Warga yang menetap juga semakin banyak dimana terdapat juga anak-anak yang tentunya membutuhkan kesempatan untuk bersekolah.