Pasific Pos.com
Sosial & Politik

Pembatasan Sosial 14 Hari Dinilai Akan Berimbas Pada Masyarakat Kecil

Pembatasan Sosial 14 Hari papua
Ketua Komisi II DPR Papua, Mega M.F Nikijuluw, SH

Jayapura – Kebijakan yang diambil Pemerintah Provinsi Papua untuk mencegah penyebaran virus corona atau Covid-19 di Tanah Papua dengan melakukan pembatasan sosial selama 14 hari ke depan, mendapat respon positif dari Komisi II DPR Papua yang membidangi Perekonomian.

Sebelumnya Pemerintah Kota Jayapura juga telah mengeluarkan kebijakan untuk masa inkubasi selama 14 hari, sejak tanggal 17 Maret 2020, untuk mencegah dan meminimalisir penyebaran Covid-19 di Papua, khususnya di Kota Jayapura.

Hanya saja dengan di tetapkan kebijakan itu, juga menjadi dilema bagi masyarakat kecil yang ekonomi lemah. Dimana seluruh pekerjaannya harus dikerjakan diluar rumah. Sementara pemerintah mengharuskan masyarakat melakukan aktivitasnya di rumah atau social distancing selama wabah virus corona ini masih menyebar.

Menanggapi hal itu, Ketua Komisi II DPR Papua yang membidangi Perekonomian, Mega M.F Nikijuluw, SH mengatakan, dengan adanya musibah seperti ini maka akan berimbas pada ekonomi. Apalagi pembatan sosial ini berlangsung selama 14 hari, sehingga ini sangat berimbas pada masyarakat bawah yang ekonomi lemah.

“Kalau untuk kalangan atas atau menengah serta PNS itu tidak ada masalah bagi mereka karena gaji mereka tetap jalan. Mungkin bagi mereka itu tidak masalah. Tapi bagaimana dengan nasib masyarakat kecil kita yang ekonominya lemah lantaran harus bekerja di luar rumah. Apalagi seperti petani, nelayan, supir taksi, dan tukang ojek, itukan penghasilan mereka begitu dia dapat langsung beli makan atau langsung membeli kebutuhan keluarganya. Sehingga kalau mereka-mereka ini juga harus tinggal di rumah selama 14 hari, maka penghasilan mereka pun tidak ada lagi,” kata Mega Nikijuluw, SH ketika di hubungi Pasific Pos lewat via telepon, Rabu (25/3), sore.

Dengan situasi seperti ini, Politisi Partai PDI Perjuangan ini pertanyakan, bagaimana selanjutnya perhatian pemerintah terhadap masyarakat kecil selama 14 hari itu.

Artikel Terkait

Bertambah 17, Ini Sebaran Pasien Sembuh Covid-19 di Papua

Bams

Satu Lagi Pasien Covid-19 di Papua Meninggal

Bams

745 Sopir Angkot Di Terminal Entrop Ikut Rapid Test

Fani

Pemkot Jayapura Keluarkan Aturan Wajib Gunakan Masker

Fani

4 Orang Sembuh, Penambahan 4 Kasus Terkonfirmasi Kumulatif 288 Baru

Fani

Timika Buka Jalur Penerbangan Dari Dan Ke Bandara Moses Kilangin Dua Kali Seminggu

Pieter

Angka Positif Covid-19 di Papua Jadi 862 Kasus

Bams

Disorda Papua Serahkan Bantuan bagi Mantan Atlet Nasional

Bams

100 Orang Dinyatakan Sembuh, Selama Pandemi Covid di Mimika

Fani