Pasific Pos.com
Info Papua

Pembangunan Sarana dan Prasarana Otsus Diinventarisasi

JAYAPURA,- Pemerintah Provinsi Papua akan turun langsung ke kabupaten/kota menginvenstarisasi pembangunan sarana dan prasarana yang bersumber dari dana Otonimi Khusus (Otsus).

Kepala Biro Otsus Papua, A.F Rumaropen mengatakan, tim tersebut direncanakan akan mengambil sampel pada lima wilayah adat yang akan dibagi dalam 10 kabupaten atau masing-masing dua kabupaten setiap wilayah adat yang berkaitan dengan bidang kesehatan, pendidikan, infrastruktur dan perekonomian.

“Agar hal ini berjalan dengan baik, kami sudah berkomunikasi dengan kabupaten/kota untuk mendukung inventarisasi,” ujar Rumaropen kepada wartawan disela-sela pembukaan Focus Grup Discusion (FGD) inventarisasi data sarana dan prasarana otsus bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi dan infrastruktur, senin (2/7/2018).

Diakuinya, inventarisasi ini untuk pertama kali dilakukan. namun untuk evaluasi sendiri pemprov Papua setiap tahun melakukan evalusi setiap akhir tahun. “Yang kami utamakan disini adalah tertib administrasinya,” ucapnya.

Disinggung mengenai penerapan Otsus di kabupaten/kota, ia mengaku masalah otsus bukan hanya soal uang tetapi juga menyangkut regulasi. Dimana penerapannya adalah perdasus dan perdasi untuk menjalankan UU Otsus Nomor 21 tahun 2001,” jelasnya.

Sementara dari sisi regulasi, masih banyak regulasi yang berbenturan dengan undang-undang sektoral, dari sisi keuangan papua mendapat dana cukup signitifikan saat dana otsus masih ada tetapi. “Namun kebutuhan papua dengan kondisi objektif yanga di papua saat ini itu perlu untuk kita kaji lebih dalam,” beberanya.

Sebab, kata dia pembangunan di papua masih membutuhkan anggaran yang lebih besar untuk mendukung kegiatan pembangunan di papua, alokasi keuangan sudah diatur berdasarkan kondisi dan kebutuhan kabupaten/kota. “Namun hal tersebut terkait dengan kepentingan kabupaten/kota untuk melaksanakan dengan baik, untuk pelayanan pada setiap kabupaten/kota,” tambahnya.

Staf Ahli Gubernur Bidang SDM dan Kesejahteraan Rakyat, Ani Rumbiak. Dalam sambutan pada FGD mengharapkan kegiatan ini dapat menghasilkan pokok – pokok pikiran yang kongkrit. Khususnya pada empat bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi dan infrastruktur.

“Kami mengajak para peserta yang hadir untuk mencurahkan pandangan dan pikiran guna membuat satu model yang tepat dan benar.” kata Ani.

Lanjut Ani, FGD ini juga dapat di pakai dalam menginvetarisasi data sarana dan prasarana yang dibangun dengan dana Otsus Papua selam ini.