Pasific Pos.com
Papua Selatan

Pelintas Gelap Diawasi Ketat

MERAUKE,ARAFURA,-Danlantamal XI Merauke, Brigjen TNI (Mar) Lukman, ST, M.Si (Han) mengemukakan bahwa pihaknya rutin mengawasi dan melaporkan situasi dan kondisi yang terjadi di wilayah perbatasan RI dan PNG khususnya yang biasa dilalui oleh warga pelintas batas. Dalam hal ini warga pelintas tetap diharuskan melengkapi dokumen resmi yang berlaku dan berdasarkan ketentuan yang ada, mereka wajib menggunakan Kartu Lintas Batas (KLB).

“Namun kalau sampai ada pelintas-pelintas gelap atau yang tidak jelas tentunya diawasi ketat oleh pihak satgas termasuk di perbatasan laut juga ada,”jelasnya kepada wartawan di Mako Lantamal XI Sabtu lalu. Lebih lanjut ia mengungkapkan, untuk warga yang membawa hasil bumi maupun laut melalui Torasi seperti gelembung ikan dan teripang juga diawasi ketat. Khusus untuk teripang, sesuai dengan Perda bahkan sekarang lebih dipertegas lagi. Jadi mereka tidak diperbolehkan melintas dan bawaan yang ada akan disita.

Memang untuk hasil bumi, sesuai dengan special agreement masih diperbolehkan. Hanya saja berlaku batasan-batasan tertentu dalam hal kuantitas. Pada dasarnya, untuk perbatasan di wilayah laut, keberadaan TNI Angkatan Laut dan stake holder sangat berperan. Namun diakui masih ada keterbatasan dan kondisi yang tidak memungkinan di lapangan sehingga semua itu sudah disampaikan kepada pihak Pemda maupun institusi terkait lainnya seperti Bea Cukai dan Imigrasi.