Pasific Pos.com
Papua Barat

Pelaku Mainkan Skenario Terkesan Korban Diperkosa Sebelum Dibunuh

Manokwari, TP – Jajaran Satreskrim Polres Manokwari masih mendalami siapa dalang di balik pembunuhan Irma Iryana Towansiba, yang ditemukan tewas bersimbah darah di dekat pintu gerbang Sekolah Tinggi Penyuluh Pertanian (STPP) Manokwari, Sabtu (13/1/18) lalu.

Kasat Reskrim Polres Manokwari, AKP Indro Rizkiadi mengaku, berdasarkan hasil pengembangan, pihak kepolisian sudah mendapat gambaran lebih jelas untuk mengungkap kasus tersebut.

Dikatakannya, pada hari pertama olah tempat kejadian perkara (TKP), ditemukan beberapa barang bukti, diantaranya 1 pasang sandal Swallow berwarna hijau, 1 handphone Nokia berwarna biru, kunci sepeda motor, batu, celana dalam berwarna abu-abu, puntung rokok Sampoerna merah, dan sepeda motor Honda Spacy berwarna putih milik korban.

“Kemarin kita olah TKP lagi, kita dapatkan besi cor sepanjang 1 meter 16 centi dan terdapat bercak darah. Kita duga inilah barang bukti yang digunakan pelaku untuk menghabisi nyawa korban,” kata Kasat Reskrim kepada para wartawan di ruang kerjanya, Selasa (16/1/18).

Ia menambahkan, untuk olah TKP berikutnya, pihaknya menemukan celana pendek berwarna hitam pada jarak 15 meter dari TKP, kunci sepeda motor berjarak 10 meter, 1 handphone Nokia berwarna hitam berjarak 4 meter, dan pisau.

Ditambahkan Kasat Reskrim, salah satu handphone Nokia yang ditemukan di TKP merupakan milik korban dan lewat barang bukti itu, pihaknya sudah mendeteksi keberadaan pelaku.

Dicecar apakah sebelum melakukan pembunuhan terhadap korban, Kasat Reskrim mengatakan, dalam kasus ini ada drama atau skenario yang dimainkan pelaku seakan-akan korban diperkosa.

Rizkiadi menjelaskan, sebelumnya korban telah dipukuli pelaku menggunakan besi cor yang ditemukan di TKP dan melihat korbannya sudah tidak bernyawa, pelaku melucuti pakaiannya.

“Hasil visum pertama terdapat sejumlah luka robek pada wajah korban, tangan kiri korban juga patah, diduga karena benturan besi tersebut. Untuk tanda-tanda pemerkosaan, tidak ditemukan pada kelamin korban,” tegas Kasat Reskrim. [BOM-R1]