Pasific Pos.com
Papua Barat

Pekerja Indonesia dan Pemilik Excavator Tidak Menjadi Tersangka Dipertanyakan

Manokwari, TP – Penyidik Polda Papua Barat dinilai ‘tebang pilih’ dalam menetapkan tersangka tindak pidana pertambangan Emas ilegal di Kali Kasi, Kampung Pubuan, Distrik Kebar, Kabupaten Tambrauw, Papua Barat.

Kuasa hukum sejumlah warga negara asing (WNA) asal China, Rustam, SH mengatakan, pekerja Indonesia, yaitu: Tardi, Gumo, Yono, Ahmad, dan Luky, termasuk pemilik 2 excavator yakni Sumadi dan Suyatno, semestinya juga harus dijadikan tersangka.

“Hanya 5 WNA yang menjadi tersangka, terus pekerja Indonesia tidak. Ada apa,” tanya Rustam dalam jumpa pers di salah satu resto di Manokwari, Kamis (25/1).

Ia menerangkan, pada saat ditangkap, para pekerja WNA ini tidak melakukan aktivitas pertambangan, tetapi sedang tidur. Ironisnya, alat berat itu sedang beroperasi, tetapi pemiliknya tidak ditetapkan menjadi tersangka. “Tentu itu merupakan hal yang lucu,” kata dia.

Diungkapkannya, yang disesalkan, kenapa pada saat penyerapan P. 21 ke kejaksaan, penyidik Polda Papua Barat tidak menyertakan tersangka utama dan bukti fisik berupa kedua excavator. Menurutnya, penyidik Polda Papua Barat sudah melanggar aturan hukum, karena KUHAP menjelaskan, penyerahan P. 21 suatu perkara pidana, harus disertai tersangka dan barang bukti. “Kalau alat itu dipinjampakaikan, silakan suratnya disertakan dan bukti fisiknya harus ada,” ungkap Rustam.

Dengan begitu, ia menilai penyidik Polda Papua Barat tidak mampu menangkap otak utama di balik kegiatan pertambangan Emas secara ilegal di Kali Kasi.

Berdasarkan catatan Tabura Pos, sebanyak 5 asal China yang ditajan, yakni WH (47 tahun), WD (46 tahun), WB (42 tahun), WS (47 tahun), dan ZL (45 tahun). Mereka diamankan penyidik Polda Papua Barat, Rabu, 20 September 2017 sekitar pukul 11.00 WIT.

Selain itu, penyidik juga telah menyita 2 excavator, mesin genset untuk pembangkit listrik, mesin pompa air, dan mesin las yang dipakai para tersangka di lokasi pertambangan Emas, termasuk butiran Emas sekitar 160 gram dan Mercury yang dikemas dalam 2 botol bekas air mineral. [BOM-R1]