Pasific Pos.com
Papua Barat

Pegawai Kabupaten Pegaf Harus Berjiwa Pekerja

Anggi, TP – Menjadi pegawai di Kabupaten Pegunungan Arfak berbeda dengan pegawai di Kabupaten lainnya. Selain harus rela dengan cuaca yang dingin, pegawai juga harus memiliki jiwa pekerja dan ulet karena kondisi daerahnya yang masih sulit diakses.

Bupati Kabupaten Pegunungan Arfak, Yosias Saroy selalu meminta agar pegawainya tidak sering keluar daerah atau turun ke kota. Tetapi, harus selalu siap di tempat tugas karena telah memutuskan untuk mengabdi di Kabupaten Pegaf.

Belum lama ini, Bupati Yosias Saroy bahkan telah menegaskan kepada seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) termasuk seluruh pejabat di lingkungan pemerintah kabupaten Pegaf akan memberhentikan setiap bawahannya yang tidak pernah bekerja di tempat tugasnya. Pasalnya selama kepemimpinannya bersama Wakil Bupati Marinus Mandacan, banyak ASN yang kurang aktif bertugas di kabupaten Pegaf.

Bupati Yosias Saroy berjanji akan bertindak tegas. Jika nanti masih ada pejabat yang bermalas-malasan dan bekerja di ibu kota Provinsi Papua Barat, akan menonjobkannya dan memberikan SK pelaksana tugas kepada pejabat yang baru.

Bupati menilai, selama ini banyak pejabat yang lebih banyak berada di Manokwari. Padahal, jika telah memilih sebagai abdi Negara dan pelayan masyarakat harus berani menerima resikonya. Apalagi, sebagai daerah baru Kabupaten Pegaf membutuhkan pegawai yang memiliki loyalitas tinggi, bukan pegawai yang malas-malasan. “Karena kalau kita santai-santai maka pembangunan tidak akan maju,” tukasnya.

Bupati mengungkapkan, ada berbagai tuntutan dari sejumlah pejabat untuk mendapatkan kendaraan operasional. Namun nyatanya, belum disertai disertai dengan disiplin kerja ASN.

“Kita harus disiplin dengan selalu berada di Pegaf setiap hari kerja. Saya tidak mau pejabat yang pemalas, karena saya orangnya pekerja dan selalu berada di kabupaten,” kata Bupati.

Selain menyoroti kedisiplinan ASN, bupati juga mengingatkan kepada seluruh ASN untuk mengurangi perjalan dinas ke luar daerah. “Tidak ada perjalanan dinas keluar daerah sampai 10 hari, cukup 5 hari. Ke depannya saya akan beri sanksi tegas kepada pejabat yang bandel. Saya tidak akan pakai absen lagi, tetapi saya langsung eksekusi di tempat bagi pejabat yang tidak mematuhi perintah bupati,” tandasnya.[PGF-R3]