Pasific Pos.com
Headline

Peduli Terhadap Korban Banjir, Keluarga Besar DPR Papua Serahkan Bantuan Bama dan Uang Tunai Rp 100 Juta

 Wakil Ketua III DPR Papua, Yulianus Rumbairussy, SSos, M. Si didampingi Anggota DPR Papua, Nason Utty,SE dan Sekretaris DPR Papua, DR. Juliana J. Waromi, SE. M. Si saat menyerahkan secara simbolis bantuan Bama untuk warga terdampak banjir di Posko Induk Tanggap Darurat GOR Waringin, Kotaraja Abepura, Kota Jayapura, Jumat 14 Januari 2022. (foto Tiara).

Jayapura – Turut prehatin dan peduli terhadap korban banjir, Pimpinan dan Sekretaris DPR Papua mendatangi Posko Induk Tanggap Darurat untuk menyerahkan bantuan berupa bahan makanan (Bama) serta uang tunai senilai Rp 100 juta, agar didistribusikan kepada warga yang terdampak banjir dan tanah longsor yang terjadi di Kota Jayapura pada pekan kemarin.

Dimana bantuan itu, diserahkan langsung oleh Wakil Ketua III DPR Papua, Yulianus Rumbairussy, SSos, MM didampingi Anggota DPR Papua, Nason Utty, SE dan Sekretaris DPR Papua, DR Juliana J Waromi, SE, M. Si kepada Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Jayapura, Asep Maulana di Posko Induk Penanggulangan Banjir di GOR Waringin Kotaraja, Abepura, Kota Jayapura, Jumat petang, 14 Januari 2022.

“Atas nama pimpinan DPR Papua dan seluruh Anggota DPR Papua serta Sekretariat DPR Papua pada kesempatan ini menyampaikan rasa turut berduka cita atas terjadinya tanah longsor dan banjir yang melanda Kota Jayapura, hingga mengakibatkan ada beberapa warga yang meninggal dunia,” kata Yulianus Rumbairussy, usai penyerahan bantuan.

“Jadi, ini kami datang untuk memberikan sedikit sumbangan atas nama pimpinan DPR Papua, serta seluruh Anggota DPR Papua dan juga Sekretariat DPR Papua. Barangkali apa yang kami beri ini sedikit dibandingkan kebutuhan saat ini, tapi kami yakin bantuan ini bisa dikelola dengan baik dan diatur oleh Posko Induk Tanggap Darurat Banjir dan Longsor, bisa mengurangi rasa yang dialami oleh warga terdampak,” timpalnya.

Untuk itu, Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) ini berharap, agar bantuan itu dapat didistribusikan kepada warga yang terdampak banjir dan tanah longsor di Kota Jayapura.

“Salam kami kepada mereka yang terkena dampak, agar tetap kuat. Semoga Tuhan tetap memberikan kesehatan dan kekuatan untuk melanjutkan hidup,” tuturnya.

Wakil Ketua III DPR Papua, Yulianus Rumbairussy. SSos, MM didampingi Anggota DPR Papua, Nason Utty, SE dan Sekretaris DPR Papua, DR. Juliana J. Waromi, SE. M. Si menyerahkan uang tunai kepada Kepala Pelaksana BPBD Kota Jayapura untuk warga yang terdampak banjir.

Pada kesempatan itu, Yulianus Rumbairussy juga menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Pemkot Jayapura dan Pemprov Papua yang telah bergerak cepat membantu masyarakat terdampak banjir dan longsor.

“Mudah-mudahan kebersamaan Pemkot Jayapura dan Pemprov Papua ini dapat membuat masyarakat juga sedikit tenang dan lebih tabah menghadapi musibah ini,” ujar Rumbairussy, sapaan akrabnya.

Meski demikian, Yulianus Rumbairussy juga mengingatkan kepada Posko Induk Tanggap Darurat Banjir dan Longsor Kota Jayapura agar dalam pembagian bantuan itu harus merata dan tidak memandang dari mana mereka.

“Ya, memang ada beberapa keluhan dari masyarakat dimana di lokasi banjir itu, sebab tidak semua warga Kota Jayapura, semua punya KTP atau KK. Jadi, tolong lewat RT/RW setempat bahwa kalau ada warga yang terdampak banjir tolong diperhatikan, jangan berdasarkan KTP atau KK,” tandasnya.

“Jadi, tolong itu diperhatikan dan diatur baik. Orang Papua terutama, misalnya mereka datang dari Nabire atau daerah lain melihat anak kuliah dan mereka terdampak banjir. Untuk itu, mereka juga harus diperhatikan,” sambungnya.

Namun, disela-sela penyerahan bantuan, salah seorang warga datang di Posko Induk, Ibu Korwa mengaku juga terdampak banjir, namun sampai saat ini tidak mendapatkan bantuan bahan makanan sama sekali ataupun keperluan lainnya.

Bahkan, ia mengaku mendapat penolakan dari panitia, ketika dirinya hendak meminta bantuan di posko induk itu. Padahal ibu Korwa juga salah satu warga Kali Acay Abepura yang terdampak banjir yang rumahnya rusak parah.

“Semua surat-surat hanyut karena banjir. Masak kita mau mengurus lagi. Jangankan mendapatkan bantuan berupa bama atau lainnya, kami datang saja ditolak. Tapi Itu tidak apa-apa, saya bersyukur bisa ketemu bapak dan ibu di posko ini, sehingga saya bisa menyampaikan apa yang saya rasakan saat ini. Mudah-mudahan Tuhan Yesus memberkati,” ungkapnya dengan nada sedih dan mata berkaca kaca.

Sementara itu, Sekretaris DPR Papua, DR Juliana J Waromi, SE, M. Si menambahkan, jika bantuan ini sebagai bentuk kepadulian dari pimpinan dan anggota DPR Papua bersama keluarga besar Sekretariat DPR Papua terhadap musibah banjir dan tanah longsor di Kota Jayapura.

“Kami datang ke sini untuk menyerahkan bantuan ini lewat Posko Induk Tanggap Darurat Banjir dan Tanah Longsor untuk didistribusikan langsung kepada warga terdampak. Tapi, memang kami juga ada menyerahkan langsung ke lapangan,” ujar Sekwan Juliana Waromi.

Bantuan itu, lanjut Sekwan Juliana Waromi, diantaranya 100 sak beras, mie instan, minyak goreng, pampers dan kebutuhan lainnya serta uang tunai Rp 100 juta.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Jayapura, Asep Maulana menyampaikan terimakasih dan akan menyalurkan bantuan ini kepada warga yang terdampak banjir dan longsor.

“Memang ada sekitar 19 ribu jiwa yang terdampak banjir dan longsor di Kota Jayapura. Banyak juga bantuan dari masyarakat, kami langsung salurkan kepada yang membutuhkan. Kami usahakan sebisa mungkin bantuan bantuan itu tidak tersimpan lama di Posko Induk, tapi langsung disalurkan, dengan berkoordinasi dengan RT/RW dan lurah setempat,” jelasnya.

Terkait soal masih ada warga yang terdampak dan belum mendapatkan bantuan, Asep Maulana menambahkan jika pihaknya akan memperhatikan hal itu.

Bahkan, kata Asep Maulana, pihaknya terus berkoordinasi dengan RT/RW setempat untuk mendata secara baik bagi warga yang terdampak banjir untuk mendaptakan bantuan.

“Yang pasti kami akan tetap bantu, terutama mereka yang terdampak banjir. Kami pun tidak berpatokan pada KTP atau KK, tapi khusus mereka yang terdampak,” imbuhnya. (Tiara).

Artikel Terkait

Peran Perempuan Dalam Lestarikan Eksistensi budaya dan kehidupan Masyarakat Asli Papua Dinilai Sangat Relevan

Bams

Kasus Pembantaian Warga Sipil di Nduga, Yunus Wonda Sebut Tindakan Tidak Berprikemanusiaan

Bams

Yunus Wonda: Pro Kontra Tentang Pemekaran Adalah Hal Biasa

Bams

Senam Bersama Peringati Hari Lansia Nasional di Kota Jayapura

Bams

Legislator asal Papua Himbau Masyarakat Sambut DOB

Bams

Komisi IV DPR Papua Minta OPD Rumpun Infrastruktur Tingkatkan Kinerja

Bams

Statement Mengandung Rasis, Bupati Tony Tesar Harus Minta Maaf Kepada Masyarakat Pegunungan

Bams

DPR Papua Bakal Segera Bentuk Pansus Blok Wabu

Bams

Persoalan Menerima dan Menolak Otsus Jilid II, Ini Tanggapan Legislator Papua

Bams