Pasific Pos.com
Papua Tengah

Paslon Pilkada Paniai dan Deiyai Diminta Tak Kampanye Hitam

JAYAPURA – Pasangan calon bupati dan wakil bupati Kabupaten Paniai dan Kabupaten Deiyai, diminta tidak melakukan kampanye hitam atau black campaign.

“Artinya jangan ada kampanye yang mejelekan calon lain dengan tujuan tertentu. Jangan ada kampanye hitam untuk pasangan lain,” kata anggota DPR Papua dari Dapil Paniai, Deiyai dan sekitarnya, Nason Utty, Rabu (21/2).

Utty mengingatkan jangan ada organisasi perangkat daerah (OPD) yang terlibat dalam kontes Pilkada. Keterlibatan itu bisa berakibat kurang baik untuk Kabupaten Paniai dan Deiyai. “Hal itu harus menjadi perhatian serius semua OPD,” kata Utty menambahkan.

Ia melarang kepala OPD yang mengarahkan bawahannya memilih salah satu calon agar Pilkada Paniai dan Deiyai tentram dan damai tidak seperti tahun-tahun sebelumnya. Menurut Utty Pilkada sebagai bagian membangun struktur pemerintahan jangan melupakan masyarakat sebagai pemilih.

“Sebab, keberadaan masyarakat perlu ada perhatian khusus dari Pemda setempat,” katanya.

Anggota DPR Papua jalur pengangkatan dari wilayah Meepago, John NR Gobay, meminta masyarakat tak mudah terprovokasi pada masa kampanye dan menjelang pencoblosan Pilkada serentak tahun 2018 ini.

“Janganlah kita mudah terpancing dan terprovokasi oleh isu-isu yang ingin memecah belah masyarakat di Kabupaten Paniai yang kita cintai ini,” katanya.

Gobay berpesan kepada kepala distrik, kepala desa, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, organisasi kepemudaan di Paniai dan Deiyai agar mendukung dan menyukseskan pemilihan umum kepala daerah bupati dan wakil bupati.
“Dengan cara meningkatkan rasa kebersamaan, rasa kekeluargaan, rasa saling menghormati serta kerukunan di tengah masyarakat,” kata Gobay menjelaskan. (ist)