Pasific Pos.com
Papua Barat

Pasar Murah Dibuka Selama 3 Hari di Lapangan Borasi

Manokwari, TP – Dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Fitri ke-1439 Hijriah dan pengendalian inflasi, Pemerintah Provinsi Papua Barat melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Papua Barat menggelar pasar murah di Lapangan Borasi, Manokwari, sejak tanggal 7-9 Juni 2018.

Asisten II Bidang Ekonomi Pembangunan Setda Provinsi Papua Barat, Jakonias Sawaki mengatakan, menjadi kebanggan tersendiri karena dalam usai yang masih muda Pemerintah Provinsi Papua Barat tetap berupaya membina masyarakat mandiri dengan mengedepankan pelayanan umum dan keberpihakan kepada masyarakat sebagai prioritas utama.

Dikatakan Sawaki, sebagaimana diketahui harga kebutuhan bahan pokok terus mengalami peningkatan apalagi menjelang perayaan hari-hari besar keagamaan.

“Untuk itu masyarakat harus menyambut baik kegiatan pasar murah sebagai wujud dari hadirnya pemerintah dalam membantu masyarakat, dan rasa solidaritas dalam membantu sesama untuk mendapatkan bahan kebutuhan pokok dengan harga murah,” ucap Sawaki saat membuka kegiatan pasar murah di Lapangan Borasi, kemarin.

Dirinya menuturkan, hadirnya kegiatan pasar murah dapat memberikan manfaat bagi masyarakat Manokwari dalam pemenuhan kebutuhan bahan pokok memasuki Hari Raya Idul Fitri ke-1439 Hijriah.

Dengan harapan, masyarakat dapat merasakan langsung dampak dari operasi pasar dengan harga yang lebih terjangkau dan bahan pokok yang lebih tersedia.

“Semoga kegiatan ini dapat meringankan beban keluarga yang berpenghasilan rendah atau kurang mampu,dan dapat diselenggarakan di setiap kabupaten-kota oleh pemerintah maupun BUMN dan BUMD dan pihak swasta,” tandas Sawaki.

Sementara itu, Ketua Panitia Pasar Murah,Melkias Werinussa mengharapkan hadirnya pasar murah dapat mendorong pemenuhan kebutuhan pokok masyarakat Manokwari.

Dia menuturkan, bahan pokok yang disediakan dalam pasar murah cukup berkualiatas dengan harga distributor yang dapat dijangkau kalangan menengah kebawah.

“Hargannya jauh lebih murah dengan harga bahan pokok di pengecer atau pasar,”tukas Werinussa.[BOM]