Pasific Pos.com
Papua Barat

Partai Golkar Tak Gentar Menghadapi Kontestasi Politik 2019

 

Manokwari, TP – Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Manokwari, Dedy Narwawan mengaku tak gentar menghadapi kontestasi politik 2019 mendatang dan  siap menerima hasil  apapun yang diterima nantinya, Kamis (05/07) siang.

 “Untuk saat ini kami sedang mempersiapkan bakal calon  dari Partai Golkar dalam pemilu legislatif 2019, dan saat ini kami tidak terbuka untuk umum karena kami sudah menyiapkan kader-kader partai sejak awal”, ungkap Dedy. “Berhubung dengan para bakal calon, 90 % kami angkat dari kelompok muda yang sudah disiapkan, sedangkan untuk 10% dari usia 45 – 50 tahun, dimana mereka memiliki dedikasi dan loyalitas yang tinggi serta kosenkuen, lanjutnya.

“Terkait adanya syarat yang dikeluarkan oleh KPU mengenai keterwakilan perempuan dari setiap dapil kami sudah penuhi. 30% keterwakilan perempuan sudah siap. Intinya 2019, Partai Golkar sudah siap bertarung”, ungkap Dedy.

“Mengenai Pilpres nanti, ungkap Dedy “kami tinggal menunggu komando. Sesuai hasil Monaslup di Bali kemarin, Partai Golkar bersepakat untuk tetap mendukung dan memperkuat Presiden Jokowi untuk periode kedua, dan itu merupakan amanah Partai. Oleh karena itu, semua  infrastruktur yang ada di kabupaten siap dikerahkan”, ungkap Dedy saat ditemui.

Dengan banyaknya partai-partai yang bersaing, ketua DPD Partai Golkar mengaku sangat menghargai hak-hak politik setiap partai, tetapi partai Golkar beroptimis bahwa sudah terbiasa dalam kondisi apapun,berkaitan dengan hasilnya nanti, kalah ataupun menang, kita tidak gentar. Namun perlu diingat bahwa kami memiliki pemilih tradisional. Artinya pemilih-pemilih ini akan muncul pada saat pemilu, yang mana  mereka akan memilih caleg bukan karena mengenal calegnya tetapi Partainya, itulah yang disebut pemilih tradisional”, ungkap Dedy.

Dengan adanya pesta politik nanti,  Partai Golkar mengharapkan dianjang kompotisi ini setiap Partai mampu berkompotisi dengan baik, sehat, dan dengan memperhitungkan hak serta  hati nurani masyarakat. meski nantinya ada miskomunikasi antara  sesama pendukung ataupun sesama partai sangat bijak  jika diselesaikan dengan cara komunikasi politik yang baik  dengan mengedepankan norma-norma yang berlaku, sesuai  etika berpolitik dan sesuai prosedur perpolitikan yang ada”, lanjut Dedy. (CR – 52).