Pasific Pos.com
Papua Barat

Parjal Menilai Ada Permainan di Balik Penanganan Kasus di Dinas Perumahan

Manokwari, TP – Panglima Parlemen Jalanan (Parjal) Papua Barat, Ronald Mambieuw menilai ada permainan di balik penanganan kasus dugaan korupsi pengadaan tanah di Dinas Perumahan Provinsi Papua Barat.

“Yang jelas, ada permainan karena kepentingan sehingga tahapannya terlambat,” kata Mambieuw kepada para wartawan di Kejari Manokwari, Rabu (24/1/18).

Lanjut dia, jika memang tidak ada permainan dalam kasus ini, kenapa sampai sekarang belum ada yang ditetapkan menjadi tersangka.

Untuk itu, ia meminta pihak-pihak terkait segera mengusut kasus ini guna mengetahui sejauhmana penanganannya. Mambieuw menegaskan, siapa pun dia, jika melakukan tindak pidana korupsi hingga merugikan negara, harus diproses hukum tanpa tebang pilih.

“Kami akan terus bercorong dan mengawal kasus-kasus korupsi yang terjadi di Papua Barat,” tambah Mambieuw.

Sementara itu, Ketua Forum Legislatif Lembaga Mahasiswa Indonesia (FL2MI) Kabupaten Manokwari, Rusman Kelkusa menuturkan, pihaknya akan terus melakukan aksi serupa hingga Polda Papua Barat menetapkan siapa tersangka di balik kasus itu.

“Kalau ada kerugian negara, mengapa penyidik harus menunggu, ini kan terkesan ada permainan,” ungkap dia.

Menurut Kelkusa, sudah 2 kali FL2MI Kabupaten Manokwari melakukan aksi unjuk rasa menuntut Polda Papua Barat supaya transparan dalam mengungkap kasus dugaan korupsi pengadaan tanah di Dinas Perumahan, tetapi tidak pernah ditanggapi.

Meski tidak ditanggapi, Kelkusa menegaskan, pihaknya akan terus mengawal sejumlah kasus korupsi yang sedang ditangani Polda Papua Barat. “Saya tegaskan, kalau tidak ada perubahan, kita akan buat aksi yang lebih besar,” tukasnya. [BOM-R1]