Pasific Pos.com
Headline

Papua Tutup Sementara Penerbangan dan Pelayaran

Papua Tutup Penerbangan dan Pelayaran
Gubernur Papua, Lukas Enembe saat memberikan keterang pers kepada wartawan

JAYAPURA – Gubernur Lukas Enembe bersama Forum koordinasi pimpinan daerah (Forkompinda) membuat keputusan mengenai penanganan virus corona atau Covid-19 di wilayah Papua, Selasa, 24 Maret 2020.

Gubernur Papua, Lukas Enembe kepada wartawan menegaskan pemerintah daerah Papua tidak akan melakukan Lockdown terkait pencegahan penyebaran virus corona di Papua.

“Tidak ada lockdown, hanya pembatasan sosial ya.., kita perlu memblokir pergerakan penduduk lokal Papua terutama dari dan ke wilayah Lapago, Meepago dan Animha,” Kata Gubernur Lukas Enembe.

Dikatakan, pembatasan sosial yang di maksud adalah melarang untuk sementara waktu orang masuk ke Papua, baik lewat jalur udara maupun laut. “Transportasi barang boleh masuk, manusia yang tidak boleh masuk,” tegas Gubernur.

Gubernur mengatakan pembatasan Sosial di Papua akan mulai berlaku sejak hari Kamis, 26 Maret 2020 hingga tanggal 9 april 2020 atau selama 14 hari.

Diakui Gubernur Lukas bila langkah ini terpaksa diambil pemerintah Papua mengingat sudah di temukannya dua pasien yang positif Covid-19. Hingga saat ini Status Papua terkait Pendemi Covid-19 masih siaga darurat.

Ini Keputusan Rapat Terkait Penanganan Covid-19 di Provinsi Papua, dimana, pemerintah mengimbau kepada seluruh penduduk baik WNI maupun WNA untuk memilih waktu untuk berada lebih lama di rumah atau tempat tinggal masing-masing, dengan melakukan social disdancing, membatasi diri untuk tidak melakukan pertemuan atau perjumpaan dengan orang atau keluarga atau rekan, tidak menghadiri/mengikuti pertemuan yang baik penting dan menjaga jarak dalam berkomunikasi.

Pembentukan Satuan Tugas Pencegahan, Pengendalian dan Penanggulangan Covid-19 di Provinsi/Kabuapten/Kota. Melakukan karantina atas inisiatif sendiri dan atau pembatasan pergerakan penduduk secara tegas dan konkrik.

Artikel Terkait

Pasien Positif Covid-19 di Papua Jadi 18 Orang, 2 Pasien Kondisi Kritis

Fani

PB PON Tidak Punya Kewenangan Untuk Batalkan PON

Tiara

Satu Pasien Covid-19 Di Papua Meninggal Dunia

Pieter

Edo Kaize : Cegah Corona Lebih Penting Dari Pada PON

Tiara

16 Orang Positif Terpapar Covid-19 Di Papua

Fani

Pemkab Mimika Anggarkan 172 Miliar Untuk Perangi Corona

Pieter

Atlet Binaraga Papua Kesulitan Dapatkan Tempat Latihan

Bams

Pemprov Papua Perpanjang Masa Pembatasan Aktifitas Masyarakat

Fani

Jhon Rettob: Dua Orang di Timika Positif Covid 19, Masyarakat Jangan Panik

Pieter