Pasific Pos.com
Olahraga

Papua Jangan Jadi Penonton di PON 2020

JAYAPURA,- Provinsi Papua tahun 2020 akan menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) ke XX. Jika dihitug dari sekarang waktu kita tersisa dua tahun delapan bulan.

Oleh karena itu, semua pengurus KONI Papua periode 2017-2021 tidak boleh berjalan santai lagi, tetapi kita segera membangun kekuatan olahraga yang berasal dari buah tangan kita sendiri.

“Anak-anak Papua jangan dibiarkan menjadi penonton, mereka harus dilatih menjadi atlet-atlet handal, kita Papua bisa mencetak atlet handal untuk kejayaan dunia olahraga,” Demikian penegasan Gubernur Papua Lukas Enembe dalam sambutannya pada pelantikan pengurus KONI Papua periode 2017-2021, Kamis (18/1/2018).

Dikatakan, pengurus KONI yang dilantik memikul sebuah tanggung jawab besar demi kehormatan nama dan generasi Papua ke depan. Sebab, KONI adalah rumah bagi cabang olahraga prestasi karena Binpres KONI memiliki tanggungjawab dengan pendekatan penerapan teknologi olahraga tingkat tinggi secara ilmiah untuk melatih anak-anak Papua, sehingga pada waktunya dapat menjadi juara dan dapat bersaing ditingkat Nasional, Regional dan Internasional.

“Kita akan mencanangkan pemusatan latihan atlet menuju PON 2020, untuk itu, saya perintahkan kepada KONI untuk segera menyusun rencana kerja dan melaksanakannya secara tepat waktu dan penuh tanggung jawab, ” tegasnya.

Gubernur yang juga selaku Ketua Umum KONI Papua berharap melalui PON ke 20 di Papua, kita membangun sarana dan prasarana olahraga di kota dan kabupaten agar kemudian dapat digunakan untuk membangun prestasi mulai dari hulu ke hilir, menjadi momentum untuk membangun infrastruktur olahraga sekaligus mengenalkan potensi sumber daya alam kita, dengan demikian akan tercipta multiple-efect menuju sasaran induk pembangunan kita “Papua Bangkit, Mandiri dan Sejahtera”.

Pada kesempatan itu, gubernur juga menyampaikan terima kasih kepada Bapak Presiden RI Joko Widodo yang telah menyetujui dan menerbitkan Intruksi Presiden (Inpres) untuk membiayai pembangunan infrastruktur venues dari lima cabang olahraga seperti Akuatik, Istora Papua Bangkit, Kolam Renang, lapangan Hockey dan lapangan kricket yang seluruhnya dibangun dengan biaya APBN.