Pasific Pos.com
Headline

Papua Daerah Paling Rawan di Pilkada 2018

JAYAPURA,- Penjabat Sementara (PJs) Gubernur Papua, Soedarmo, mengungkapkan Provinsi Papua sebagai daerah paling rawan dalam penyelenggaraan Pilkada serentak di Indonesia.

Dia menyatakan, sesuai hasil survei peneliti, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), pakar maupun pengamat politik menempatkan Provinsi di Timur Indonesia ini sebagai daerah rawan konflik.

“Ada 17 provinsi yang akan menggelar Pilkada serentak tahun ini, kemudian 314 kabupaten dan 39 kota. Namun, Papua ditempatkan sebagai paling rawan,” ungkap Soedarmo, pada Rapat Paripurna Istimewa DPR Papua dalam rangka penyampaian Visi dan Misi Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Papua, di Gedung DPR Papua, Selasa (6/3/18).

Sementara dari tujuh kabupaten yang akan menggelar Pilkada serentak di empat daerah dianggap rawan akan konflik. Keempat daerah itu adalah Kabupaten Mimika, Paniai, Jayawijaya dan Kabupaten Puncak.

“Pilkada inikan hanya sementara. Kemudian tujuannya untuk memilih pemimpin yang akan membawa daerahnya menuju kepada kesejahteraan,” kata dia.

Kendati demikian, Soedarmo yakin Papua sebagai daerah yang telah dianggap “merah” pada saatnya nanti akan menjadi “hijau”. Dalam artian, dari rawan menjadi aman.

“Namun saya yakin dan percaya bahwa ini bisa diwujudkan dengan melihat kesan pertama dalam acara penyampaikan visi dan misi di ruang sidang Dewan Perwakilan Rakyat Papua (DPRP)”.

“Sebab saya lihat kedua pendukung calon gubernur dan wakil gubernur ini, mengikuti penyampaian visi dan misi secara tertib dan tanpa menimbulkan pergolakan atau perselisihan. Bagi saya ini luar biasa untuk Papua dan patut diapresiasi,” terang dia.

Sementara untuk bisa merubah dari rawan menjadi sebaliknya, kata dia, hal itu bukan hanya menjadi tugas seorang gubernur beserta jajaran.

Namun perlu didukung penuh oleh mitra pemerintah seperti DPRP dan Majelis Rakyat Papua (MRP). “Disamping itu, kita juga perlu memberdayakan seluruh elemen masyarakat baik dari tokoh agama, tokoh adat serta tokoh lainnya”.

“Karena, semua ini bisa terlaksana kalau kita mau dan bersama-sama dan menjadi satu dari seluruh elemen masyarakat di Papua ini. ini kami berharap termasuk jajaran forkompinda dan termasuk ada DPRP beserta jajaran dan MRP.