Pasific Pos.com
Papua Barat

Pancaroba Tiba, Waspadai ISPA

Manokwari, TP – Musim pancaroba telah tiba. Gejala penyakit yang muncul, salah satunya Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) yang mengganggu proses pernafasan seseorang.

Kepala Tata Usaha Puskesmas Sanggeng, Manokwari, Lumianna Hutapea menjelaskan, infeksi ini umumnya disebabkan virus yang menyerang hidung, Trakea (pipa pernafasan), bahkan paru-paru.

Dikatakannya, ISPA ini menyebabkan fungsi pernafasan menjadi terganggu dan jika tidak segera ditangani, infeksi ini bisa menyebar ke seluruh sistem pernafasan dan menyebabkan tubuh tidak mendapat oksigen yang cukup.

“Kondisi ini bisa berakibat fatal, bahkan sampai pada kematian. Penyakit ini mudah sekali menular. Orang-orang yang memiliki kelainan sistem kekebalan tubuh dan orang lanjut usia, lebih mudah terserang penyakit ini. Anak-anak juga memiliki resiko yang sama, karena sistem kekebalan tubuh mereka belum terbentuk sepenuhnya,” terang Lumianna Hutapea yang ditemui Tabura Pos, Kamis (12/7).

Dirinya memaparkan, seseorang bisa tertular ISPA saat dia menghirup udara yang mengandung virus atau bakteri. Lanjut dia, virus atau bakteri ini dikeluarkan oleh penderita infeksi saluran pernafasan melalui bersin atau batuk.

Di samping itu, jelas Lumianna Hutapea, cairan yang mengandung virus atau bakteri yang menempel pada permukaan benda, bisa menular ke orang lain ketika mereka menyentuhnya, yang disebut penularan secara tidak langsung.

Untuk menghindari penyebaran virus maupun bakteri, Lumianna Hutapea berharap agar sebaiknya mencuci tangan secara teratur, terutama setelah melakukan aktivitas di tempat umum.

Diungkapkan Lumianna Hutapea, di Indonesia, ISPA menduduki peringkat pertama sebagai penyakit yang paling banyak diderita masyarakat, khususnya anak-anak.

Tercatat, rata-rata balita di Indonesia mengalami sakit batuk dan pilek, setidaknya 3 hingga 6 kali per tahun. Dari data WHO didapatkan bahwa angka kejadian Pneumonia pada balita di Indonesia cukup tinggi, yakni 10-20 persen per tahun.

Untuk itu, Tim Puskesmas Sanggeng turun ke lapangan melalui puskesmas keliling di 4 kelurahan, yakni Sanggeng, Padarmi, Manokwari Barat, dan Manokwari Timur, dalam rangka sosialisasi, pengobatan, promosi kesehatan, dan petugas semaksimal mungkin melayani pasien yang datang dengan baik. [CR48-R1]