Pasific Pos.com
Headline

Origenes : Segera Bayarkan Lokasi PON, Jika Tidak Akan Kami Tarik Kembali

SENTANI – Ondoafi Kampung Bambar, Origenes Kaway meminta kepada Pemerintah Provinsi Papua khususnya Dinas Olahraga dan Pemuda (Disorda) Papua bersama Kantor wilayah (Kanwil) Pertanahan Papua, untuk segera membayar lokasi tanah yang saat ini akan dibangun sarana pendukung Pekan Olahraga Nasional (PON) ke-XX 2020 di Kampung Doyo Baru, Distrik Waibu, Kabupaten Jayapura.

“Saya bersama masyarakat sudah melakukan pelepasan lahan dan pembangunannya sudah dilakukan tapi sampai saat ini, belum ada pembayaran sedikitpun kepada kami.

Oleh karena itu, saya minta dalam minggu ini pemerintah harus segera melakukan pembayaran,” pinta Ondo Origenes yang juga menjabat sebagai Anggota Komisi IV DPR Papua, saat ditemui di Kota Sentani, Senin (5/3/18).

Ditegaskannya, apabila pemerintah tidak melakukan pembayaran dalam minggu ini, maka lokasi atau tanah yang akan dijadikan sebagai pendukung PON XX 2020 akan ditarik kembali.

“Karena uang untuk pembayaran tanah ini sudah ditarik dari bank pada 28 Desember dan disampaikan akan dieksekusi (dibayar) pada 30 Desember. Namun karena alasan ada aturan baru, maka dibatalkan lah proses pembayaran tanah seluas 20 Hektare,” bebernya.

Origenes mengatakan, sampai hari ini juga tidak jelas apakah tanah itu akan dibayar atau tidak.

“Sehingga di sini saya bertanya apakah tanah kami mau dibayar atau tidak. Kalau alasan belum dibayar karena masih menyelesaikan administrasi, kok bisa lama begini?, kan ini lucu,” sebutnya.

Menurut Origenes, bila pemerintah belum melakukan pembayaran karena terbentur aturan-aturan baru, tidak apa-apa.

“Sebab aturan itu baik. Tapi jika sudah berbulan-bulan belum ada tanda-tanda pembayaran, maka yang melaksanakan aturan-aturan ini, memiliki kerusakan mental,” nilainya.

“Kenapa saya sebutkan bahwa yang melaksanakan aturan ini memiliki kerusakan mental?, karena awal Februari saya telah mengikuti pertemuan dengan Kantor Wilayah (Kanwil) Pertanahan Provinsi Papua dan dari pertemuan itu, disampaikan bahwa akan dilakukan pembayaran setelah 14 hari kerja. Tapi sampai detik ini juga tidak ada komunikasi atau tanda untuk pembayaran,”katanya.

“Oleh karena itu, saya merasa aneh. Kalau memang pemerintah tidak mau bayar, saya bersama masyarakat tidak rugi. Yang penting dengan satu pernyataan, kami tidak mau tanah ini dilepas,”tegasnya menyambungkan.

Origenes memaparkan, jika Kanwil Pertanahan Provinsi papua tidak bisa menangani pembayaran tanah itu, ia berharap dikembalikan saja ke Badan Pertanahan Kabupaten Jayapura agar mereka saja yang melaksanakan proses pembayaran maupun penyelesaian administrasinya.

“Masa kita menunggu sampai dua tahun barang kita sudah lakukan pelepasan dan lokasi itu sudah ditimbun material, kan ini tidak benar. Bukan itu saja, kapan mau dibangun, sedangkan PON ini tinggal beberapa bulan saja,” katanya.

“Untuk itu, saya mohon kepada Disorda dan Kanwil Pertanahan Papua dalam waktu minggu ini harus dibayar. Saya tidak mau dengar alasan administrasi kah atau alasan lainnya, saya mau dibayar minggu ini sesuai dengan surat pernyataan yang saya buat,” ketus Origenes.