Pasific Pos.com
Papua Selatan

Operasi Pasar Tahan Laju Kenaikan Harga Beras

MERAUKE,ARAFURA,-Kepala Perum Bulog Sub Divre Merauke, Yudi Wijaya mengemukakan bahwa operasi pasar yang dilaksanakan bertujuan menahan laju kenaikan harga beras di tingkat pedagang. Apalagi sekarang belum panen sehingga secara otomatis pasokan beras ke pedagang menjadi tersendat. Proses pembelian mereka ke petani atau yang disuplay dari lokasi tentu akan mengakibatkan penjualan yang lebih mahal lagi.

Oleh sebab itu dengan adanya operasi pasar maka mereka akan menjual dengan harga yang resmi. Jadi ada keputusan Kemendag dan langsung ditindak lanjuti oleh pejabat dari Kementerian Perdagangan terkait dengan naiknya harga beras di pasar terutama di pasar-pasar pencatatan BPS. Khusus untuk Kabupaten Merauke yang menjadi pasar pencatatan adalah Pasar Wamanggu dan berdasarkan laporan yang ada harga beras memang sudah naik dari harga sebelumnya.

Tanggal 9 Januari lalu saat kunjungan pejabat dari Kementerian Perdagangan guna mengecek harga beras di daerah ini sudah terbukti bahwa harga beras medium dijual dengan harga berkisar Rp.11.000,00. Keputusan Menteri Pedagangan untuk wilayah Papua akhirnya ditetapkan bahwa harga eceran tertinggi untuk beras kualitas medium sebesar Rp.10.250,00. Namun berdasarkan kunjungan dari pejabat kementerian didampingi dengan instansi terkait di Merauke maka 11 Januari diadakan rapat dengan mengundang pedagang beras.

Berdasarkan rapat tersebut akhirnya disepakati bahwa pembelian beras di Bulog adalah Rp.8.100,00 dan pedagang boleh menjual lagi dengan harga Rp. 9.750,00. “Setelah kita berembuk maka harga tersebut ditetapkan khusus untuk Merauke. Ini langsung ditindak lanjuti dan mereka-mereka yang menjadi perpanjangan tangan dari Perum Bulog untuk melaksanakan operasi pasar hanya boleh menjual dengan harga tersebut. Jika ada yang ingin menjual dengan harga lebih rendah dipersilahkan tetapi yang jelas tidak diperbolehkan menjual dengan harga yang lebih tinggi lagi,”terang Yudi kepada wartawan di ruang kerjanya, Jumat (19/1) lalu.