Pasific Pos.com
Ekonomi & Bisnis

OJK Catat Pertumbuhan Perbankan di Papua Positif

 

JAYAPURA – Kepala OJK Provinsi Papua dan Papua Barat, Misran Pasaribu mengatakan, meningkatnya pertumbuhan kredit diikuti dengan membaiknya rasio non performing loan (NPL) net yang turun dari 2,73 persen pada April 2017 menjadi 1,74 persen pada April 2018.

Berdasarkan data statistik Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Papua dan Papua Barat, per 30 April 2018 perkembangan perbankan mengalami tren positif.

Hal itu ditunjukkan dengan pertumbuhan kredit Bank Umum di Papua mencapai 6,57 persen dengan nominal masing-masing Rp25,06 triliun.

“Untuk Provinsi Papua turun 2,7 persen menjadi 1,27 persen, tapi NPL gross bank umum di Papua sedikit naik dari 5,17 persen menjadi 5,34 persen, “papar Misran, di Kota Jayapura, Kamis (7/6/2018).

Misran mengatakan, perkembangan tersebut menunjukkan kredit bermasalah di Papua relatif dapat diselesaikan oleh perbankan. Namun, disisi lain pertumbuhan kredit diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi di Papua.

Sementara itu, aset bank umum di Papua, kata Misran, juga mengalami penurunan dari Rp64,3 triliun pada April 2017 menjadi Rp61,62 triliun atau turun 4,15 persen pada April 2018.

Untuk Dana Pihak Ketiga (DPK) di Papua, kata Misran, mengalami penurunan dari Rp40,12 triliun pada April 2017 menjadi Rp39,88 triliun pada April 2018.

Dengan adanya peningkatan kredit dan penurunan DPK, maka Loan Deposit Ratio (LDR) bank umum di Papua meningkat dari 58,6 persen menjadi 62,83 persen.

“Hal itu menunjukkan fungsi intermediasi perbankan semakin membaik, “ucap Misran.