Pasific Pos.com
Papua Selatan

Ngopi Bareng Media, BPJS Kesehatan Share Informasi

MERAUKE,ARAFURA,-BPJS Kesehatan Cabang Merauke kembali menggelar acara gathering dengan media massa yang kali ini bertajuk ‘Ngopi Bareng’ dipusatkan di Café Phoenam Rabu kemarin. Kegiatan tersebut dihadiri oleh sejumlah wartawan dari media cetak dan elektronik yang ada di Kota Merauke serta beberapa staf BPJS Kesehatan. Kabid SDM, Umum dan Komunikasi Publik, Itar Prihartono BPJS Kesehatan dalam kesempatan itu mengemukakan bahwa acara yang dikemas dalam suasana santai tersebut akan berlangsung rutin setiap bulan.

Direncanakan berlangsung di awal bulan atau di akhir bulan berjalan. Acara tersebut tidak hanya menjadi ajang berkumpul antara BPJS dan para wartawan tetapi juga menjadi wadah untuk saling bertukar pikiran dan sharing tentang informasi BPJS Kesehatan itu sendiri maupun menjaring informasi dari pihak media terkait dengan hal-hal yang terjadi di lapangan atau di kalangan masyarakat. “Kami senantiasa mendekatkan diri dengan teman-teman media serta membangun komunikasi yang baik sehingga informasi yang disampaikan juga dapat diterima dengan baik.

Jika teman-teman media mendapat informasi dari masyarakat maka dapat disampaikan kepada kami atau sebaliknya, jika ada hal-hal yang ditanyakan oleh masyarakat maka media bisa membantu untuk menjelaskan,”terangnya. Adapun materi yang disampaikan dalam acara tersebut adalah tentang keanggotaan bayi dalam JKN yang penting untuk diketahui. Pasalnya, sebagian besar masyarakat memang belum mengetahui terkait dengan jaminan BPJS terhadap bayi yang baru lahir atau harus menunggu setelah 14 hari.

Memang menurut aturan BPJS sebelumnya, bayi yang masih dalam kandunganpun bisa dijamin namun ketika aturan baru keluar maka ketika bayi lahir juga wajib didaftarkan. Sementara itu PPS Kepala BPJS Kesehatan Cabang Merauke, Sri Wahyuni menyampaikan bahwa pendaftaran bayi dapat mengaktifkan status kepersertaan untuk mendapatkan manfaat jaminan pelayanan kesehatan selama 28 hari sejak bayi dilahirkan dan masih dalam perawatan. Status kepesertaan bayi harus dipastikan selambat-lambatnya 3 hari kerja sejak dirawat.

Ia menambahkan, iuran bagi bayi baru lahir dibayarkan pada saat mendaftar paling lama 28 hari sejak dilahirkan dan jika tidak mendaftar atau membayar akan dikenakan kewajiban membayar iuran sejak bayi dilahirkan dan dikenakan sanksi denda. Pada kesempatan itu sejumlah wartawan juga sempat menanyakan beberapa hal penting seperti harga obat yang dikenakan, dalam hal ini antara obat paten dan generik, ketentuan untuk kepesertaan bayi dan cara-cara pendaftaran yang wajib dilakukan oleh orang tua bayi serta apa yang harus dilakukan jika ibu atau ayah bayi tersebut sudah wafat.