Pasific Pos.com
Papua Barat

Net1 Indonesia, Teluk Bintuni dan Kaimana Tandatangani MoU Bangun Infrastruktur 4G LTE

Manokwari, TP – Net1 Indonesia selaku penyedia layanan mobile data broadband 4G Long-Term Evolution (LTE) memberikan akses internet yang memadai bagi masyarakat yang sedang mudik Lebaran sembari liburan di 10 destinasi wisata menarik di tanah air.

Dengan penyediaan koneksi data berbasis 4G LTE di lokasi wisata, khususnya di area pelosok, Net1 Indonesia berharap masyarakat bisa terbantu saat membagikan foto-foto dan cerita tentang liburannya melalui media sosial.

Ke-10 destinasi wisata yang terjangkau jaringan Net1 Indonesia, antara lain Pulau Samosir, Danau Laut Tawar Takengon, Tiu Kelep Waterfall Lombok, Pantai Tanjung Kelayang Belitung, Situ Cileunca Pangalengan, Tanjung Bira Bulukumba, Bukittinggi Sumatera Barat, Gili Trawangan Lombok, Pulau Karimun Jawa, dan Mandalika Nusa Tenggara Barat.

Pada daftar 10 tujuan wisata pilihan Net1 Indonesia tersebut, beberapa destinasi juga telah termasuk dalam Program 10 Bali baru yang mulai diberlakukan pada tahun ini oleh pemerintah melalui Kementerian Pariwisata.

“Eksistensi jaringan Net1 Indonesia di 10 destinasi wisata tersebut dengan penyediaan akses internet berbasis 4G LTE yang memadai dapat memudahkan traveler atau pelancong untuk tetap berkomunikasi dengan sanak saudara atau keluarga serta tetap eksis di media sosial. Dengan adanya koneksi 4G LTE di lokasi-lokasi wisata juga menjadi salah satu komitmen kami untuk terus mendukung program-program pemerintah, dalam hal ini untuk menggenjot industri pariwisata di tanah air melalui Wonderful Indonesia,” ungkap Larry Ridwan, Chief Executive Officer Net1 Indonesia, dalam press release yang diterima Tabura Pos dari Media Divison SEQARA Communications, pekan lalu.

Menurut Ridwan, ketersediaan internet juga akan mendorong perkembangan pariwisata di Indonesia lebih maju dan dikenal luas oleh publik. Dengan adanya koneksi data internet yang memadai dan memiliki jangkauan cukup jauh, ia berharap para pemudik atau pelancong bisa mempopulerkan destinasi-destinasi wisata baru yang selama ini jarang terekspos.

“Pelancong terutama generasi millennials, selalu tak bisa lepas dari smartphone dan koneksi data 4G saat mudik atau berlibur. Mereka biasanya membagikan foto-foto makanan atau lokasi wisata yang menarik melalui media sosial. Tren ini secara tidak langsung menuntut Net1 untuk bisa memperluas jangkauannya di destinasi-destinasi wisata di tanah air,” tambahnya.

Net1 juga terus memperluas cakupan area layanan 4G LTE supaya semakin banyak lokasi wisata di Indonesia yang dapat terhubung dengan dunia luar dengan cara menggelar aktivitas digital #MauAda4Gdimana, yang melibatkan partisipasi masyarakat mulai dari 7 Mei hingga 7 Juli 2018.

Peserta yang tertarik untuk mengikuti aktivitas #MauAda4Gdimana bisa membuka micrositewww.mau4g.net1.co.id untuk memilih #MauAda4Gdimana. Selanjutnya, peserta memilih lokasi yang dijagokan sebagai penerima jaringan 4G dari Net1 dengan cara memilih VOTE di pilihan yang telah disediakan.

Berkembangnya beragam destinasi wisata di Indonesia telah mendorong pertumbuhan investasi di sektor pariwisata. Menurut data Badan Koodinasi Penanaman Modal (BKPM), investasi di sektor pariwisata pada 2017 mengalami pertumbuhan hingga 31 persen atau senilai USD1,7 miliar dan ditargetkan mencapai USD2 miliar pada akhir tahun ini.

Sektor pariwisata Indonesia diproyeksikan mampu menyumbang produk domestik bruto sebesar 15 persen, Rp. 280 triliun untuk devisa negara, 20 juta kunjungan wisatawan mancanegara, 275 juta perjalanan wisatawan nusantara dan menyerap 13 juta tenaga kerja pada 2019.

Pariwisata merupakan salah satu sektor yang memiliki potensi investasi tumbuh pesat pada tahun ini selain e-commerce. Pariwisata Indonesia yang merupakan komoditas paling berkelanjutan dan menyentuh hingga ke level paling bawah masyarakat, setiap tahun mengalami peningkatan performa cukup tinggi jika dibandingkan komoditas-komoditas unggulan lainnya, seperti minyak, gas, batu bara, serta Kelapa Sawit.

Lebih jauh, sektor pariwisata akan menciptakan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi yang lebih tersebar di seluruh pelosok negeri.

Berdasar data World Economic Forum, peringkat daya saing pariwisata Indonesia di dunia terus mengalami loncatan positif, dari ranking 70 pada 2013 menjadi ranking 50 pada 2015. Pada 2017, indeks daya saing pariwisata Indonesia kembali melesat naik 8 peringkat ke urutan 42 dan ditargetkan bisa mencapai ranking 30 pada 2018.

Berkolaborasi dengan Pemerintah Daerah

Kekayaan sumber daya alam dan aneka budaya di daerah-daerah menjadi faktor pendorong untuk meningkatkan kunjungan wisatawan, baik lokal maupun mancanegara. Bahkan, pemerintah daerah di tingkat provinsi, kota-kabupaten memiliki semangat yang sama untuk mengembangkan destinasi wisata di daerahnya masing-masing dengan target kunjungan wisatawan mancanegara sebanyak 17 juta dan akan meningkat menjadi 20 juta wisman pada 2019.

Keseriusan Net1 untuk mendukung program pariwisata, terutama dalam hal penyediaan akses data broadband 4G LTE tercermin dari kerja sama yang telah dilakukan dengan sejumlah pemda mulai dari tingkat kota-kabupaten, hingga provinsi di Indonesia.

Sejauh ini, Kabupaten Musi Banyuasin (MuBa), Kabupaten Halmahera Barat, Kabupaten Kepulauan Talaud, Kota Tual, Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Kabupaten Kepulauan Sangihe, Kabupaten Teluk Bintuni, dan Kabupaten Kaimana telah menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) untuk bersama-sama dengan Net1 Indonesia membangun infrastruktur komunikasi berbasis 4G LTE, termasuk di destinasi-destinasi wisata.

Karakteristik frekuensi rendah 450 MHz yang dapat melakukan cakupan lebih jauh dibanding band yang lebih tinggi, memberi keuntungan bagi Net1 dan pemda dalam hal investasi ketika membangun infrastruktur telekomunikasi berupa Base Transceiver Station (BTS).

Satu BTS Net1 Indonesia memiliki jangkauan maksimal hingga 100 km. Keuntungan lain dari teknologi 4G LTE 450 MHz adalah potensinya untuk mendukung peluncuran layanan komunikasi machine-to-machine (M2M) di lingkungan pedesaan, seperti pengawasan video, telemetri, dan pelacakan. [HEN-R1]